Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya di Baduy

📅 Senin, 19 Jan 2026, 13:38 WIB | Oleh:

Keliling Museum Multatuli
Sebelum berangkat ke kawasan adat Baduy, rombongan peserta diajak berkeliling Museum Multatuli yang dipandu langsung oleh Kepala Museum Ubaidillah Muchtar. Museum ini diresmikan sejak tahun 2018 yang berfokus pada pengembangan museum, sejarah, antikolonialisme, edukasi dan pelestarian jejarah Lebak. Ubaidillah atau yang akrab disapa Kang Ubai berperan penting dalam keberlanjutan museum ini.

Kang Ubai membawa rombongan berkeliling museum. Ia menceritakan banyak hal. Dimulai dari gambar yang tertera di dinding museum hingga kegigihan dan karya-karya hebat serta pemikiran Multatuli yang berpengaruh besar pada kemerdekaan Indonesia serta menceritakan orang-orang yang pernah mengukir sejarah Rangkasbitung dalam karya-karyanya.

Kang Ubai menunjukkan novel satire karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar, nama pena dari Eduard Douwes Dekker. Buku berjudul lengkap Max Havelaar terbit atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda ini pertama kali terbit tahun 1860, setelah Douwes Dekker menjabat sebagai asisten residen di Lebak. Semua buku-buku karya Multatuli masih utuh dan lengkap serta terjaga dengan baik.

‘’Mengapa Museum Multatuli ada di Rangkasbitung karena dari segi geografis, Rangkasbitung merupakan Ibu Kota Kabupaten Lebak dan lokasinya strategis, sehingga museum ini lebih mudah diakses oleh pengunjung yang datang dari luar daerah. Masuk museum ini sangat murah. Untuk anak sekolah Rp1000, orang dewasa seperti Bapak dan Ibu sekalian Rp2000, untuk pengunjung mancanegara Rp15.000. Dalam waktu sebentar, ribuan pengunjung datang ke sini. Semoga museum ini menjadi pusat literasi dan pusat pembelajaran bagi siapapun,’’ harap Kang Ubai.

Mendengar Petuah Jaro dan Jelajah  Budaya
Setelah melalui perjalanan sekitar 2,5 jam dari Museum Multatuli dengan jalan naik turun perbukitan, rombongan akhirnya sampai di Ciboleger sekitar pukul 15.30 WIB. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dan sampailah di Baduy Luar yang berada di Desa Kanekes. Jaro atau Kepala Desa Kanekes telah menunggu di rumah dinasnya yang disebuh juga dengan Imah Jaro. 

Berbagai jajanan lokal berupa rebus-rebusan seperti ubi dan pisang serta kopi menambah ruh kearifan lokal Baduy semakin terasa. Apalagi rumah di sepanjang jalan menuju rumah Jaro tersebut merupakan rumah panggung khas Baduy. Dengan duduk santai di teras Imah Jaro atau sosoro sambil menikmati jajanan lokal, peserta mendengarkan banyak petuah dari Jaro.

‘’Selamat datang di Desa Kanekes, Baduy Luar. Mari bersama-sama kita menjaga Baduy dengan segala kearifan lokal yang ada di dalamnya. Kami sangat senang dikunjungi,’’ kata Jaro.

Sore menjelang malam itu menjadi kesempatan emas bagi peserta untuk bisa berbicara dan bertanya langsung kepada Jaro tentang banyak hal. Maka peserta pun tidak melewatkan kesempatan itu. Dengan penuh semangat, mereka bergantian menyampaikan rasa keingintahuannya tentang Baduy.

Malam itu, semua peserta diinapkan di rumah-rumah warga yang berada di Baduy Luar tepatnya di Kampung Ketug i. Di rumah warga ini, peserta turut merasakan bagaimana menjadi masyarakat Baduy dalam semalam. Mereka tidur di lantai bambu dengan penerangan seadanya karena di sana tidak ada listrik, makan bersama dan bisa berinteraksi akrab dengan pemilik rumah. 

Menjelang siang keesokan harinya, peserta mendapat kesempatan untuk berkeliling kampung, menjelajahi keragaman budaya Baduy serta kekayaan alamnya. Baduy sedang musim buah besar. Hutannya mengeluarkan banyak keberkahan. Durian, manggis, rambutan, petai, pisang dan buah-buahan lainnya terlihat begitu banyak dibawa masyarakat keluar dari dalam hutan menuju perkampungan. Pesertapun tidak hanya meresapi keagungan kearifan lokal Baduy, tapi juga menikmati durian lezat dan buah-buah segar lainnya.

Karya Buku
Perjalanan Kemah Budaya di Baduy ini akan melahirkan karya buku. Bagi peserta wartawan akan menulis feature, sedangkan peserta sastrawan akan menulis esai, puisi dan cerpen. Seluruh karya dikumpulkan sejak meninggalkan Baduy hingga tanggal 21 Januari. Selanjutnya akan masuk ke meja editor dan percetakan, lalu hadir dalam satu buku.

Buku hasil Kemah Baduy tersebut direncanakan akan diluncurkan tanggal 8 Februari, saat rangkaian puncak perayaan HPN dilaksanakan di Provinsi Banten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.