Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjaga Hiu Paus, Bukan Semata Menyelamatkan Satu Spesies Tapi Juga Menjaga Laut

📅 Senin, 19 Jan 2026, 19:23 WIB | Oleh:
Menjaga Hiu Paus, Bukan Semata Menyelamatkan Satu Spesies Tapi Juga Menjaga Laut Doc: Antara/HO-Konservasi Indonesia/Abdy Hasan
Ket. Seekor hiu paus berenang pada perairan Teluk Saleh yang berada di wilayah utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Hiu paus selalu hadir sebagai ironi yang lembut. Ia adalah ikan terbesar di dunia, tubuhnya bisa mencapai belasan meter, tetapi geraknya tenang dan perilakunya jinak.

Di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Teluk Saleh dan sekitarnya, kemunculan hiu paus bukan lagi cerita langka. Namun, setiap kemunculannya selalu membawa pesan penting tentang kondisi laut, relasi manusia dengan alam, dan pilihan kebijakan yang menentukan masa depan ekosistem.

Peristiwa terdamparnya seekor hiu paus di pesisir Pulau Satonda, Kabupaten Bima, pada pertengahan Januari 2026, menjadi pengingat nyata bahwa perlindungan satwa laut tidak pernah selesai.

Hewan itu masih hidup dan berhasil diselamatkan berkat gotong royong warga dan petugas. Kejadian tersebut tidak sekadar insiden alamiah, tetapi juga cermin kesiapsiagaan, pengetahuan masyarakat, serta efektivitas tata kelola konservasi di daerah.

NTB kini berada di titik penting. Di satu sisi, wilayah ini dianugerahi salah satu habitat hiu paus terbesar di Indonesia. Di sisi lain, geliat pembangunan, pariwisata, dan aktivitas pesisir terus meningkat.

Tulisan ini berangkat dari pertanyaan sederhana tapi mendasar: Bagaimana menjaga hiu paus tetap hidup dan lestari, sekaligus memastikan laut tetap memberi manfaat bagi manusia?

Tanda alam

Kemunculan hiu paus di perairan NTB bukan kebetulan. Teluk Saleh, dengan luas lebih dari seribu kilometer persegi, dikenal subur dan kaya plankton. Di sinilah hiu paus kerap muncul mengikuti bagan nelayan, memakan ikan kecil dan udang rebon.

Temuan bayi hiu paus berukuran sekitar 135 hingga 145 sentimeter di kawasan ini memperkuat dugaan bahwa Teluk Saleh berfungsi sebagai area pengasuhan awal.

Dalam konteks ekologi, kemunculan anakan hiu paus adalah indikator penting. Fase awal kehidupan hiu paus sangat jarang teramati di dunia.

Catatan global selama lebih dari satu abad menunjukkan kemunculan bayi hiu paus hanya terjadi puluhan kali. Fakta bahwa peristiwa ini terjadi berulang di Teluk Saleh menempatkan kawasan tersebut pada peta penting konservasi laut dunia.

Namun, tanda dari alam ini juga membawa tanggung jawab besar. Hiu paus berada di puncak rantai makanan planktonik dan berperan menjaga keseimbangan ekosistem. Jika habitatnya terganggu, dampaknya tidak hanya pada satu spesies, tetapi pada keseluruhan sistem laut. Pencemaran pesisir, peningkatan lalu lintas kapal, interaksi wisata yang tidak terkendali, serta alat tangkap yang tidak ramah lingkungan menjadi ancaman nyata.

Peristiwa terdampar di Pulau Satonda memperlihatkan sisi lain dari relasi ini. Hiu paus mengikuti sumber makanan hingga terlalu dekat ke pantai, lalu terjebak gelombang dan bobot tubuhnya sendiri.

Tanpa respons cepat, akhir ceritanya bisa berbeda. Dalam konteks ini, masyarakat lokal tampil sebagai garda terdepan perlindungan, bahkan sebelum kebijakan formal bekerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.