Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemitraan RI–UE Makin Solid dengan Kehadiran Desk Investasi Baru

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemitraan RI–UE Makin Solid dengan Kehadiran Desk Investasi Baru Doc: Antara
Ket. Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani memberi sambutan dalam acara "Peluncuran EU Investment Desk” di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Selasa (30/9).

Jakarta - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia bersama Uni Eropa (UE) memperkuat kemitraan untuk investasi berkelanjutan melalui peluncuran EU Investment Desk (Desk Investasi Uni Eropa) di BKPM.

"Bagi Indonesia, kehadiran EU Investment Desk merupakan langkah signifikan menuju terwujudnya ekosistem investasi yang lebih responsif, transparan, dan mudah diakses tidak hanya bagi perusahaan multinasional skala besar, tetapi juga UMKM,” ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di Jakarta, Selasa (30/9).

Acara "Peluncuran EU Investment Desk” di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, seiring dengan selesainya proses negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA (Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif) UE-Indonesia, di mana kedua belah pihak berupaya untuk mentransformasi kemitraan menjadi dampak ekonomi yang konkret.

Melalui kolaborasi erat dengan instansi pemerintah, sektor swasta, dan akademisi, platform tersebut akan memfasilitasi pertukaran pengetahuan terkait reformasi regulasi dan praktik baik, membantu pelaku-pelaku usaha Eropa menavigasi lanskap investasi Indonesia, dan mengidentifikasi sektor-sektor dengan nilai tambah tinggi untuk pertumbuhan.

Selain itu, EU Investment Desk juga menyediakan wadah dialog yang terstruktur untuk memastikan reformasi kebijakan pemerintah dan kebutuhan pelaku bisnis tetap sejalan.

“Kami ingin investor Eropa tidak hanya melihat peluang, tetapi juga kepastian dan keadilan,” kata Rosan.

Ia meyakini platform tersebut akan membantu Indonesia menyerap penanaman modal asing (FDI) bernilai tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dan penciptaan lapangan kerja.

Status Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara didukung angka penanaman modal asing saat ini sekitar 1,6 persen dari PDB pada tahun 2023.

Menurut dia, angka tersebut menandakan bahwa pasar Indonesia masih kurang terlayani oleh modal asing dan siap untuk pertumbuhan eksponensial.

Sementara itu, investasi dari negara-negara anggota Uni Eropa tercatat mencapai 13,7 miliar dolar AS dan menciptakan lebih dari 220.000 lapangan kerja dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut mewakili potensi besar yang belum termanfaatkan secara optimal.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi menyoroti pentingnya inisiatif terbaru ini bagi kedua belah pihak.

"Peresmian EU Investment Desk di BKPM merupakan bukti nyata keyakinan Uni Eropa terhadap potensi Indonesia,” ucapnya.

Denis melihat pembentukan EU Investment Desk lebih dari sekadar saluran investasi, tetapi juga merupakan sarana untuk membangun kepercayaan, menyelaraskan kerangka regulasi, dan bekerja sama dalam nilai-nilai sosial yang penting, yakni keberlanjutan, inovasi, dan pertumbuhan inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.