Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hati-hati! Paparan Polusi Udara Bisa Pengaruhi Kualitas Sperma Pria dan Merusak DNA

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hati-hati! Paparan Polusi Udara Bisa Pengaruhi Kualitas Sperma Pria dan Merusak DNA Doc: Outlook
Ket. Polusi Udara Dapat Mempengaruhi Kualitas Sperma

JAKARTA - Paparan polusi udara berpengaruh pada kesehatan paru-paru dan jantung. Namun selain itu, dalam jangka panjang kondisi ini juga bisa mempengaruhi kesuburan pria.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa paparan polutan udara seperti PM10, PM2.5, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, dan karbon monoksida dalam jangka panjang antara lain dikaitkan dengan kerusakan DNA dan penurunan kualitas sperma.

Menurut siaran Hindustan Times pada 15 Januari 2026, para ilmuwan telah mengamati adanya penurunan bertahap pada konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma pada pria yang tinggal di wilayah perkotaan.

"Paparan lingkungan jangka panjang terhadap udara tercemar telah dikaitkan dengan air mani berkualitas rendah, yang berdampak pada konsepsi alami maupun konsepsi yang dibantu melalui IVF," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta ahli bedah laparoskopi Isha Nandal di Yellow Fertility di Rohtak, India.

Akar penyebab penurunan kesuburan akibat paparan polusi udara dalam jangka panjang adalah stres oksidatif. Polusi udara memicu lonjakan radikal bebas berlebihan di dalam tubuh.

"Ketika racun melebihi pertahanan antioksidan alami tubuh, mereka mulai menyerang sel, termasuk sel sperma," kata dr. Nandal.

Paparan polusi udara dalam jangka panjang juga dapat memicu ketidakseimbangan hormon.

"Kadar testosteron yang dibutuhkan untuk produksi sperma dapat menurun atau berfluktuasi akibat ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh kontaminan," kata dokter Nandal.

Menurut studi yang hasilnya dipublikasikan dalam Frontiers in Endocrinology, paparan polutan lingkungan menyebabkan penurunan kadar sperma hingga 50 persen.

"Kesehatan sperma mencerminkan gaya hidup dan paparan lingkungan dari 2-3 bulan terakhir, artinya apa yang dihirup pria hari ini dapat memengaruhi hasil kesuburan beberapa bulan kemudian," kata dr. Nandal.

"Inilah mengapa percakapan tentang kesuburan harus berkembang; secara tradisional, diskusi seputar infertilitas berputar di sekitar jam biologis wanita, stres, berat badan, dan faktor gaya hidup," ia menambahkan.

Dia mengemukakan pentingnya meningkatkan perhatian pada keterkaitan antara paparan polusi udara dengan kesehatan reproduksi.

"Perubahan kecil dalam pilihan hidup sehari-hari, seperti menghindari area dengan lalu lintas padat, menggunakan pembersih udara di dalam ruangan, memastikan ventilasi yang baik, serta menghindari merokok, dapat sangat membantu menjaga kesehatan sperma," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

1.5 jam yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.