Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terdapat 600 Unit Huntara di Simpang Opak Aceh, Pengungsi Pindah Secara Bertahap

📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terdapat 600 Unit Huntara di Simpang Opak Aceh, Pengungsi Pindah Secara Bertahap Doc: Antara

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari minggu ini mengecek pembangunan hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Danantara di Desa Simpang Opak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang jumlahnya mencapai 600 unit.

Qodari menyatakan para pengungsi, yang sebelumnya tinggal di tenda dan posko pengungsian, akan dipindahkan secara bertahap ke unit-unit hunian sementara.

"Kami mengecek langsung huntara yang disiapkan Danantara. Kabar baiknya, pengungsi yang selama ini berada di tenda akan segera dipindahkan ke huntara ini," kata Qodari selepas mengecek hunian, Kamis (15/1), sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Qodari menjelaskan kunjungannya ke Aceh Tamiang minggu ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di sejumlah kota/kabupaten di Aceh. Di kompleks huntara yang dibangun oleh Danantara, KSP Qodari mengingatkan kontraktor untuk memastikan hunian sementara untuk para pengungsi nyaman.

Oleh karena itu, sejumlah perbaikan pun telah dilakukan, termasuk di antaranya pemasangan plafon untuk mengurangi panas di dalam hunian, serta penyediaan tempat tidur untuk masing-masing hunian.

Pemasangan plafon sebagai pelapis atap itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo, yang sebelumnya meminta adanya pelapis di bawah atap sehingga hunian tidak terasa panas.

"Huntara ini sudah dipasang plafon. Jadi, tidak panas lagi. Kita juga sudah lihat ada yang pakai ranjang, yang belum menyusul, sedang dalam proses," ujar Qodari.

Qodari kemudian menjelaskan kompleks huntara di Simpang Opak cukup strategis, karena kawasannya ramai dan mudah diakses. Di sekitar lokasi hunian, ada akses jalan raya, masjid, pemukiman warga, warung-warung, dapur umum, klinik kesehatan, dan area bermain anak. Kemudian, tepat di sebelah kompleks huntara, pemerintah juga membangun hunian tetap (huntap) untuk para pengungsi sehingga jika nantinya bangunan itu rampung para pengungsi dapat menempati hunian tetap.

"Ini bukan lokasi terpencil. Lebih layak dan manusiawi dibandingkan dengan tinggal di tenda. Di sini fasilitas dasar tersedia, dan di sebelahnya juga sedang dibangun hunian tetap," kata KSP Qodari.

Dalam siaran resmi yang dikeluarkan Kantor Staf Presiden, Koordinator HAKA Pembangunan Huntara Aceh Tamiang, Yusuf Sitorus, menyampaikan per Kamis sore ada 154 kepala keluarga (KK) yang telah pindah dari posko pengungsian dan mulai mengisi unit-unit huntara. Warga yang dipindahkan ke huntara di Simpang Opak itu berasal dari Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru.

Desa Sukajadi merupakan salah satu daerah yang cukup parah terdampak banjir bandang. Sebanyak 300 rumah rusak dan hilang karena hanyut terbawa arus banjir bandang.

Yusuf menyebut tahapan pemindahan warga dari tenda pengungsian ke huntara berlangsung selama kurang lebih 2 pekan. "Pemindahan dilakukan bertahap agar penempatan warga lebih tertata dan nyaman," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.