BPBD Bantul Sebut Kejadian Kebencanaan Selama 2025 alami Penurunan
📅 Jumat, 16 Jan 2026, 15:30 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Hery Sidik
Bantul -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat kejadian kebencanaan di daerah ini selama 2025 sebanyak 491 kejadian, mengalami penurunan dibanding 2024 yang tercatat 560 kejadian.
"Penurunan kejadian kebencanaan ini banyak faktornya, bisa jadi karena kapasitas, kewaspadaan yang bertambah, upaya mitigasi, serta cuaca yang lebih landai," kata Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah di Bantul, Jumat.
Meski demikian, kata dia, secara umum jenis kejadian kebencanaan yang terjadi di wilayah Bantul dalam dua tahun terakhir tetap sama, mayoritas kebakaran dan bencana hidrometeorologi yang diakibatkan karena cuaca ekstrem.
"Kejadian paling tinggi di wilayah Kabupaten Bantul pada tahun 2025 diantaranya adalah kebakaran, gerakan tanah, pohon tumbang, angin kencang, banjir dan bangunan roboh," katanya.
Dia mengatakan, dari kejadian kebencanaan pada 2025 telah mengakibatkan korban, yaitu dua korban luka akibat gerakan tanah, tiga korban luka akibat banjir, tiga korban luka akibat pohon tumbang, dan 13 korban luka dan satu meninggal dampak kebakaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sementara estimasi kerugian akibat kebencanaan di Bantul mencapai Rp13,8 miliar," katanya.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Bantul, sebaran kebencanaan paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Kasihan dengan 35 kasus kebakaran, pohon tumbang 17 titik, banjir dua kejadian, angin kencang enam kejadian, gerakan tanah 10 kejadian dan bangunan roboh dua kejadian.
Sementara wilayah kecamatan dengan kejadian paling minim adalah Srandakan yaitu banjir dua titik, pohon tumbang tiga titik, gerakan tanah dua kejadian, dan angin kencang tiga kejadian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara dalam meminimalisir dampak bencana, BPBD Bantul meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim hujan, karena informasi dari BMKG, pada Januari memasuki puncak musim hujan, sehingga potensi kejadian dampak cuaca ekstrem meningkat.
"Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama pada puncak musim hujan ini," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amiruddin dalam keterangannya.
Langkah langkah kewaspadaan yang perlu dilakukan masyarakat dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yaitu dengan menghindari area beresiko, seperti menjauh dari pohon besar, papan reklame, dan bangunan rapuh saat angin kencang.
"Warga juga agar waspada banjir dan longsor, sehingga bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit, mohon tingkatkan kesiapsiagaan jika hujan turun lebih dari satu jam tanpa henti," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!