Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tragedi Tambang Ilegal Gunung Kongbawi, Walhi NTB Soroti Dampak Lingkungan

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tragedi Tambang Ilegal Gunung Kongbawi, Walhi NTB Soroti Dampak Lingkungan Doc: Antara
Ket. Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menutup aktivitas galian tambang emas ilegal di kawasan Gunung Kongbawi Desa Serage Kecamatan Praya Barat Daya setelah tiga penambang terjatuh akibat lubang yang ambruk pada Selasa (13/1).

Mataram - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nusa Tenggara Barat menyayangkan tragedi tambang emas ilegal di kawasan Gunung Kongbawi, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya setelah tiga penambang terjatuh akibat lubang tambang ambruk.

"Kita menyayangkan peristiwa itu terjadi. Apalagi ada korban di situ," kata Direktur Walhi NTB, Amri Nuryadin di Mataram, Rabu (14/1).

Ia menilai tragedi itu terjadi karena ketidakmampuan pemerintah daerah memberikan solusi ekonomi bagi masyarakat, sehingga masyarakat melakukan aktivitas merusak lingkungan melalui kegiatan tambang ilegal.

"Kalau sudah begini, berarti penegak hukum tidak ada di situ sehingga wilayah itu dijadikan areal pertambangan oleh rakyat, padahal itu berdampak pada lingkungan dan masyarakat," tegas Amri.

Menurut dia sudah saatnya pemerintah melalui penegak hukum melakukan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal.

"Tentunya di wilayah ini dilakukan pemulihan. Karena yang kita lihat seolah-olah ada pembiaran. Karenanya harus ada penjagaan dan pengawasan terhadap tambang," ucapnya.

Amri menambahkan, kalau pun sudah ada langkah tegas oleh aparat, diperlukan juga langkah lain untuk mengatasi hal tersebut, melalui penutupan permanen kawasan lingkar tambang, termasuk penyiagaan personel di lokasi tambang sehingga masyarakat tidak kembali melakukan penambangan.

"Kalau dia sudah di pasang plang, ya harus juga dijaga," katanya.

Sebelumnya Polres Lombok Tengah menutup aktivitas galian tambang emas ilegal di kawasan Gunung Kongbawi di Desa Serage setelah tiga penambang terjatuh akibat lubang yang ambruk.

"Penutupan dilakukan menyusul ambruk-nya lubang galian yang mengakibatkan tiga orang penambang mengalami luka-luka, bahkan salah satunya mengalami patah kaki, sehingga harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis," kata Kapolsek Praya Barat Daya Polres Lombok Tengah Ipda Aswina di Lombok Tengah, Selasa (13/1).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.