Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Reza Pahlavi Siapkan Rencana Transisi Kekuasaan di Iran

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 19:58 WIB | Oleh:
Reza Pahlavi Siapkan Rencana Transisi Kekuasaan di Iran Doc: ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu
Ket. Ilustrasi 0rang-orang berkumpul di Lapangan Enghelab setelah seruan pemerintah untuk berunjuk rasa menentang protes baru-baru ini di seluruh negeri, meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel, di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026.

MOSKOW - Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan rencana transisi kekuasaan bagi Iran melalui Iran Prosperity Project, dengan tahapan perubahan konstitusi dan pemilu nasional setelah “pencopotan” otoritas yang berkuasa saat ini.

Dalam wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera yang dipublikasikan Selasa (13/1), Pahlavi menegaskan pihaknya telah lama mempersiapkan skenario tersebut.

Ia menyebut tidak akan terjadi kekosongan kekuasaan karena tahap awal rencana akan difokuskan pada langkah-langkah darurat selama 180 hari pertama untuk menjamin kesinambungan layanan publik dan keamanan.

Tahap berikutnya adalah fase stabilisasi, mencakup pemulihan fungsi negara, penyediaan layanan dasar, pemulihan kepercayaan ekonomi, serta menjaga tata kelola pemerintahan dasar.

Setelah itu, kata dia, Iran akan memasuki proses konstitusional yang diakhiri dengan pemilihan umum nasional.

Ketika ditanya apakah ia berniat kembali berkuasa dan memulihkan sistem monarki, Pahlavi menegaskan perannya tidak akan berpihak pada bentuk negara tertentu, baik monarki maupun republik.

Ia menyatakan akan bersikap netral sepanjang proses transisi.

“Saya ingin rakyat Iran akhirnya dapat menggunakan hak mereka untuk memilih secara bebas,” ujar Pahlavi, seraya menekankan bahwa masa depan sistem politik Iran harus ditentukan sepenuhnya oleh kehendak rakyat melalui mekanisme demokratis.

Pahlavi menambahkan, Iran Prosperity Project juga menyediakan peta jalan pemulihan ekonomi dan reintegrasi Iran ke komunitas internasional.

Program tersebut, menurutnya, melibatkan lebih dari 100 pakar dari dalam dan luar negeri yang bekerja merancang kebijakan untuk memulihkan stabilitas ekonomi, membuka kembali hubungan internasional, serta menciptakan fondasi pertumbuhan jangka panjang setelah transisi kekuasaan.

Sementara itu, Iran dilanda gelombang protes sejak akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran atas lonjakan inflasi akibat melemahnya nilai tukar rial.

Aksi unjuk rasa meningkat sejak 8 Januari setelah seruan dari Reza Pahlavi, dengan pawai protes berlangsung di sejumlah kota.

Pada hari yang sama, akses internet dilaporkan diblokir. Di beberapa wilayah, demonstrasi berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan, disertai teriakan slogan-slogan kritis terhadap pemerintah.

Otoritas Iran pada Senin menyatakan situasi telah berhasil dikendalikan. Ant/sumber: Sputnik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.