Putra Shah Iran Desak Pasukan Keamanan Berdiri di Sisi Rakyat
📅 Selasa, 13 Jan 2026, 02:50 WIB | Oleh: Tim PenulisTrump, yang telah mengancam akan melakukan aksi militer baru setelah AS mendukung perang 12 hari Israel melawan Iran pada Juni lalu, mengatakan bahwa Teheran telah mengindikasikan kesediaannya untuk berdialog.
"Para pemimpin Iran menelepon kemarin,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Kepresidenan AS, Air Force One, dan menambahkan bahwa pertemuan sedang diatur karena Teheran ingin bernegosiasi. “Namun kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan," imbuh Presiden AS itu.
Korban Bertambah
Sementara itu sebuah rekaman video yang beredar pada Minggu menunjukkan puluhan jenazah menumpuk di luar kamar mayat di selatan Teheran di tengah kekhawatiran bahwa jumlah korban akibat penindakan terhadap protes tersebut bisa mencapai ratusan orang atau bahkan lebih tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Laporan yang belum diverifikasi menunjukkan bahwa setidaknya beberapa ratus, dan menurut beberapa sumber, lebih dari 2.000 orang mungkin telah tewas," kata LSM Iran Human Rights seraya memperkirakan lebih dari 2.600 demonstran telah ditangkap.
Sedangkan kelompok oposisi Mujahidin Rakyat yang dilarang di Iran, mengatakan bahwa menurut sumber mereka di dalam negeri, lebih dari 3.000 orang telah tewas dalam penindakan keras terhadap demonstran selama unjuk rasa lebih dari dua pekan di Iran. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!