Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transjakarta Bisa Gratis bagi Warga Jakarta, Asalkan Hal Ini Tercapai

📅 Senin, 12 Jan 2026, 13:32 WIB | Oleh:
Transjakarta Bisa Gratis bagi Warga Jakarta, Asalkan Hal Ini Tercapai Doc: antara foto
Ket. Bus Transjakarta

JAKARTA - Analis kebijakan transportasi Azas Tigor Nainggolan menilai layanan bus Transjakarta bisa gratis bagi warga Jakarta apabila pendapatan dari pengelolaan parkir dan bisnis non-tiket maksimal.

"Apabila pengelolaan parkir berhasil memberikan pendapatan maksimal dan bisnis non-tiket Transjakarta bagus, maka bisa memberikan pendapatan yang mampu membiayai sepenuhnya operasional Transjakarta, yang berarti warga Jakarta bisa gratis gunakan Transjakarta," ujar Tigor di Jakarta, Senin (12/1).

Dia mengatakan hitungan potensi pendapatan dari pajak parkir sekitar Rp3 triliun dan retribusi parkir sekitar Rp3 triliun, sementara hitungan pembiayaan Transjakarta pada 2026 sekitar Rp6 triliun.

"Jadi, untuk membiayai subsidi Transjakarta 2026 ini bisa diambil atau didapat dari pendapatan pengelolaan parkir Jakarta," kata Tigor.

Akan tetapi, sambung dia, pencapaian pendapatan parkir baru mencapai 50 persen dan pengelolaan Transjakarta masih bisa mendapatkan dana dari bisnis komersial non-tiket (non-farebox).

Menurut dia, bisnis komersial non-farebox Transjakarta sangat potensial didapat karena jumlah pengguna Transjakarta lebih dari satu juta orang per hari.Begitu pula dengan luasnya jaringan layanan, yang berpotensi menghasilkan pendapatan yang tinggi jika dikelola dengan baik.

Dia pun mengingatkan transportasi atau bertransportasi merupakan kebutuhan dasar masyarakat, dan pemerintah harus menyediakan transportasi umum yang aman, nyaman dan terjangkau agar dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

"Subsidi transportasi adalah untuk memenuhi kewajiban pemerintah melindungi hak dasar warga negaranya. Subsidi yang diberikan pemerintah bisa mengurangi tarif dan bahkan bisa hingga membuat tarif gratis," ungkap Tigor.

Seperti diketahui, besaran subsidi Transjakarta pada 2026 membutuhkan anggaran senilai Rp4,8 triliun untuk dapat memberikan pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM).

Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan anggaran subsidi Transjakarta dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja DAerah (APBD) DKI Jakarta 2026 senilai Rp 3,7triliun.

Kemudian, untuk memastikan layanan tetap berjalan hingga akhir 2026, Pemprov DKI berencana memasukkan kekurangan biaya subsidi Transjakarta 2026 sebesar Rp1,1 triliun ke dalam APBD Perubahan.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menunda rencana kenaikan tarif Transjakarta untuk menjaga daya beli masyarakat, mengingat kondisi ekonomi sosial yang sedang turun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.