Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prospek 2026 Cerah, Tapi Jalan IHSG ke 9.700 Tak Sepenuhnya Mulus

📅 Senin, 12 Jan 2026, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prospek 2026 Cerah, Tapi Jalan IHSG ke 9.700 Tak Sepenuhnya Mulus Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.
Ket. Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat hingga menyentuh level 9.700 pada 2026 seiring prospek positif pasar saham domestik yang ditopang fundamental ekonomi dan peluang pertumbuhan laba emiten.

Meski demikian, potensi kenaikan tersebut tetap dibayangi risiko eksternal, terutama volatilitas nilai tukar rupiah dan dinamika arus modal asing yang dapat memicu fluktuasi pasar dalam jangka pendek.

Chief Asia Equity Strategist HSBC Investment Global Research Herald van der Linde memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menyentuh level 9.700 pada tahun 2026.

Ia menilai terdapat prospek positif di pasar saham Indonesia, namun tetap ada risiko terkait dengan volatilitas nilai tukar (kurs) rupiah ataupun arus modal masuk/ keluar investor asing.

“Kami memiliki target indeks (IHSG) 9.700, naik dari level saat ini sekitar 8.600 atau sekitarnya. Jadi ada prospek yang baik, kami percaya ada potensi kenaikan yang baik di pasar saham Indonesia. Dan risikonya bisa berupa fluktuasi mata uang, bisa juga arus global,” ujar Herald dalam acara bertajuk “Outlook Makro Ekonomi dan Prospek Investasi Indonesia 2026” di Jakarta, Senin (12/1).

Herald menjelaskan potensi penguatan IHSG seiring dengan perbaikan Price to Earnings Ratio (PE Ratio) Rating untuk ekuitas pasar saham Indonesia secara umum, serta adanya ekspektasi meningkatnya kinerja Laporan Keuangan (L/K) Tahun Buku 2025 berbagai perusahaan tercatat (emiten).

Di sisi lain, untuk mencapai level proyeksi tersebut, menurutnya tetap memerlukan sentimen dari tingkat global untuk menopangnya, yang mana penguatan saham- saham perusahaan berbasis Artificial Intelligence (AI) di Bursa saham global dapat menarik penguatan IHSG.

“Mungkin, sentimen cooling di AI, atau setidaknya orang-orang melihat lebih jauh atau hanya sekedar eksposure di Korea, Taiwan, yang telah menjadi cerita selama enam hingga sembilan bulan terakhir,” ujar Herald.

Untuk tahun 2026, BEI tidak menargetkan capaian IHSG, namun menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp14,5 triliun, dengan sebanyak 50 Initial Public Offering (IPO) baru, serta penambahan 2 juta investor baru.

Data penutupan perdagangan pada Senin (12/01) sore, IHSG ditutup melemah 52,03 atau 0,58 persen ke posisi 8.884,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,43 poin atau 0,17 persen ke posisi 866,55.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 5.072.603 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 74,40 miliar lembar saham senilai Rp40,10 triliun. Sebanyak 279 saham naik, 435 saham menurun, dan 97 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Megapolitan
Mandirikan Daerah lewat Opt...
Daerah
Momen Unik HUT Ke-81 RI, WN...
Olahraga
Rodri Selangkah Lagi Tingga...
Daerah
Perairan Rupat Riau Geger! ...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.