Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjir dan Longsor Terjang Lebak, 11 Kecamatan Terdampak, Satu Warga Meninggal

📅 Senin, 12 Jan 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Banjir dan Longsor Terjang Lebak, 11 Kecamatan Terdampak, Satu Warga Meninggal Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten melintasi jalan yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.

LEBAK - Banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi melanda 11 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, merendam ratusan rumah dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia, sementara sejumlah wilayah masih terisolasi hingga Senin.

"Bencana banjir dan longsor di daerah itu akibat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir itu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Senin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 11 kecamatan yang terdampak banjir dan longsor tersebar di 18 desa dan 453 rumah terendam juga satu rumah warga rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan enam rumah rusak ringan.

Selain itu, juga satu fasos terdampak, empat jalan, tiga jembatan, satu toko rusak sedang dan seorang meninggal dunia atas nama Anah (70) warga Kecamatan Cibeber.

"Korban meninggal dunia itu akibat terpeleset ke sungai di Bayah," katanya.

Menurut dia, sebanyak 11 kecamatan yang terdampak banjir dan longsor itu, yakni Kecamatan Rangkasbitung, Banjarsari, Cikulur, Kalanganyar, Cikulur, Cipanas, Muncang, Bayah, Sobang, Panggarangan dan Cibadak.

Bahkan, banjir di Kecamatan Banjarsari hingga kini masih merendam di beberapa titik lokasi kejadian, terutama di daerah jembatan Pejeuh dan Gunung Sari yang terisolir.

Sebab, akses jalan jembatan itu masih terendam air genangan dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.

"Kami sudah melakukan assessment sementara juga berkoordinasi dengan pemangku jabatan (stakeholder) terkait, TNI, Polri, PUPR, PLN serta berbagai organisasi," kata Sukanta.

Sukanta mengatakan, Posko Utama BPBD Lebak terus melakukan monitor dibeberapa cakupan wilayah terdampak, sekaligus menyampaikan imbauan di sosial media serta informasi di website resmi.

Selain itu juga melakukan imbauan langsung oleh tim reaksi cepat (TRC) kepada masyarakat yang terdampak bencana alam," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

57 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.