Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Lampung: Pahami Informasi Cuaca untuk Antisipasi Dampak Bencana

📅 Senin, 22 Sep 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Lampung: Pahami Informasi Cuaca untuk Antisipasi Dampak Bencana Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi- Informasi cuaca yang terdapat dalam ponsel salah seorang warga di Bandarlampung.

BANDARLAMPUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung meminta masyarakat dapat memahami informasi cuaca untuk mengantisipasi adanya dampak bencana alam yang dapat terjadi di daerahnya.

"Ke depan, kami berharap masyarakat dapat lebih peduli dalam melihat dan memantau informasi cuaca secara berkala, sebelum melakukan berbagai kegiatan di luar ruangan," ujar Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, saat dihubungi di Bandarlampung, Senin (22/9).

Ia mengatakan dengan membiasakan masyarakat dalam memantau informasi cuaca secara berkala dapat menjadi salah satu upaya memahami potensi bencana alam yang dapat terjadi.

"Sebenarnya dengan tidak memahami informasi cuaca lebih dini menjadi salah satu titik kerentanan kita. Karena saat ada bencana kita cenderung terkejut dan tidak memahami apa yang harus dilakukan untuk menghadapi bencana tersebut," katanya.

Dia menjelaskan melalui pemahaman akan informasi cuaca, masyarakat pun dapat secara mandiri memahami cara penanganan atau melakukan langkah evakuasi dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana.

"Sebetulnya informasi bencana yang disebarkan BMKG melalui aplikasi info BMKG atau media sosial lainnya cukup lengkap. Ini hendaknya harus terus perhatikan oleh masyarakat, ini menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan mandiri dalam menghadapi potensi bencana alam," ucap dia.

Menurut dia, dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi masyarakat pun harus memperhatikan situasi saat melakukan aktivitas di luar ruangan ataupun di lokasi-lokasi yang rawan terjadi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan puting beliung.

"Jadi, melalui informasi cuaca kita sudah tahu curah hujannya berapa lama, dan harapannya lebih berhati-hati saat melaksanakan aktivitas di tengah curah hujan yang cukup tinggi dan lebih baik menghindari tempat-tempat berisiko bencana," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.