Perusahaan Minyak AS Mana yang Punya Kepentingan di Venezuela?
📅 Jumat, 09 Jan 2026, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
Perusahaan minyak AS yang memiliki kepentingan di Venezuela siap diuntungkan dari rencana Presiden Donald Trump untuk mengambil alih penjualan minyak Venezuela. Trump bertemu para petinggi perusahaan itu pada hari Jumat (9/1) untuk mendorong investasi di industri yang sedang lesu tersebut.
Trump mengatakan kepada New York Times pada hari Kamis bahwa pengawasan AS terhadap Venezuela dan minyaknya dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
Pada hari Selasa, ia mengumumkan para pemimpin sementara Venezuela telah menyetujui pemasaran 30-50 juta barel minyak mentah yang dikelola AS setelah pemimpin Nicolas Maduro digulingkan oleh serangan AS pada 3 Januari.
Pemerintahan Trump berharap dapat menghidupkan kembali produksi minyak Venezuela. Berikut adalah perusahaan minyak AS dengan pengalaman dan kepentingan di Venezuela yang kemungkinan akan memainkan peran penting:
Chevron
Sebaiknya Anda baca juga:
Chevron, produsen minyak terbesar kedua di Amerika Serikat, adalah satu-satunya perusahaan AS yang masih beroperasi di Venezuela.
Perusahaan yang berbasis di Houston ini menyumbang 25 persen dari produksi negara tersebut, mengimpor lebih dari 120.000 barel minyak mentah per hari dari Venezuela ke Amerika Serikat pada bulan Desember, menurut data Bloomberg.
Hadir di negara Amerika Selatan tersebut sejak tahun 1920-an, Chevron mengoperasikan lima proyek produksi minyak mentah di Venezuela sebagai pemegang saham minoritas dalam usaha patungan dengan Petroleos de Venezuela (PDVSA) Venezuela.
Sebaiknya Anda baca juga:
Chevron-PDVSA didirikan pada tahun 2007, ketika pemerintah Hugo Chavez memaksa nasionalisasi perusahaan minyak milik asing.
Setelah Washington memberlakukan sanksi pada tahun 2019, pemerintahan Biden memberikan pengecualian kepada Chevron pada tahun 2022 agar dapat terus mengimpor minyak Venezuela di tengah kenaikan harga energi.
Trump pertama kali mencabut dan kemudian memperbarui pengecualian ini pada tahun 2025.
"Kami terus beroperasi sepenuhnya sesuai dengan semua hukum dan peraturan yang relevan," kata juru bicara Chevron kepada AFP pada hari Senin dalam komentarnya tentang situasi saat ini.
ExxonMobil dan ConocoPhillips
Dua raksasa minyak Amerika lainnya, ExxonMobil dan ConocoPhillips, asetnya di Venezuela disita pada tahun 2007 setelah menolak persyaratan Chavez, yang menuntut negara untuk mengambil minimal 60 persen saham dalam operasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!