Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelombat Galah Duplantis Ukir Rekor, Beamish Cetak Sejarah bagi Selandia Baru

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 02:05 WIB | Oleh:
Pelombat Galah Duplantis Ukir Rekor, Beamish Cetak Sejarah bagi Selandia Baru Doc: ist
Ket. Duplantis

TOKYO – Atlet asal Swedia, Armand Duplantis, sekali lagi menegaskan statusnya sebagai raja lompat galah dunia. Namun, di Kejuaraan Dunia Atletik Tokyo, Senin (15/9) malam waktu setempat, bukan hanya Duplantis yang jadi sorotan. Geordie Beamish dari Selandia Baru menulis sejarah baru dengan merebut emas pertamanya di nomor lari 3.000 meter halang rintang.

Duplantis tampil impresif hingga akhir. Setelah memastikan gelar juara dunia, dia tetap melanjutkan aksinya untuk mengejar rekor dunia. Dalam percobaan ketiga di ketinggian 6,30 meter. Loncatannya sempurna. Ini rekor dunia ke-14 sepanjang karirnya. Riuh 53.000 penonton yang bertahan hingga larut malam menyaksikan momen bersejarah itu. Duplantis berlari meloncat ke tribun untuk merayakan bersama tunangan, Desire Inglander, serta kedua orang tuanya.

Sebelumnya, Beamish lebih dulu mencuri hati publik Tokyo. Nyaris gagal ke final akibat terjatuh di babak penyisihan, pelari berusia 28 tahun itu bangkit dengan kecepatan luar biasa untuk lolos. Di final, dia secara dramatis menyalip juara bertahan dua kali, Soufiane El Bakkali asal Maroko, tepat di garis finis. Beamish mencatat 8 menit 33,88 detik, unggul tipis dari El Bakkali (8:33,95). Kemenangan itu menghadirkan emas dunia pertama untuk Selandia Baru di nomor lintasan.

“Ini sungguh tak masuk akal, tapi saya sangat senang. Di 200 meter terakhir saya tahu masih punya tenaga. Menjadi juara dunia pertama untuk Selandia Baru di lintasan sungguh keren,” ujar Beamish. El Bakkali tampak sangat kecewa.  Juara Olimpiade dua kali itu tergeletak di lintasan sambil menangis sebelum ditenangkan rekan senegaranya, Salaheddine Ben Yazide. “Sangat sulit menerima kekalahan ini, tapi saya harus menerimanya karena inilah olahraga prestasi tinggi,”  ujarnya.

Kejutan juga datang dari lintasan lari gawang. Ditaji Kambundji (Swiss), 23 tahun, menghadirkan medali pertama negaranya di nomor  lari 100 meter gawang setelah finis terdepan. Prediksi juara Olimpiade Masai Russell yang sempat dijagokan justru pupus di posisi keempat. “Rasanya menakjubkan menjadi juara dunia, apalagi keluarga saya ada di tribun menyaksikan langsung,” ucap Kambundji.

Namun kejuaraan dunia di Tokyo tetap jadi panggung Duplantis. Dengan lompatan 6,15 meter dia memastikan emas, lalu menutup penampilan dengan rekor dunia baru. Rival-rivalnya tak berdaya. Emmanouil Karalis (Yunani) meraih perak lewat 6,00 meter, sementara Kurtis Marschall (Australia) membukukan perunggu dengan rekor pribadi, 5,95 meter.

“Saya merasa cara terbaik meninggalkan Jepang adalah dengan rekor dunia. Saya tak tahu apa berikutnya, tapi saya hanya ingin menikmati momen ini,” ucap Duplantis. Di nomor lain, Camryn Rogers dari Kanada sukses mempertahankan gelar lempar martil. Sementara di 1.500 meter putra, Inggris berpeluang meraih emas ketiga beruntun setelah Jakob Ingebrigtsen (Norwegia) dan Cole Hocker (AS) tersisih. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.