IHSG Hari Ini Berakhir di Zona Hijau, The Fed Bikin Senyum Bursa
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada 2026.
Sentimen ini memperkuat minat risiko investor, terutama pada saham-saham berorientasi pertumbuhan yang sensitif terhadap arah suku bunga global.
Harapan pelonggaran kebijakan moneter turut meredakan tekanan arus modal dan nilai tukar, sehingga memberi ruang bagi penguatan pasar saham domestik di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/1) sore ditutup menguat 11,19 atau 0,13 persen ke posisi 8.944,80 seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada tahun 2026.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,26 poin atau 0,72 persen ke posisi 871,32.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pasar tampaknya memiliki ekspektasi terkait pelonggaran kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh The Fed tahun ini,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Nico menjelaskan optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed dilatarbelakangi oleh melemahnya data Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa AS dari sebelumnya 52,9 menjadi 52,5.
Selain itu, Ia menyebut sentimen positif juga datang dari bank sentral China, yang memberikan sinyal pemotongan suku bunga serta pengurangan persyaratan cadangan tetap menjadi pertimbangan untuk menstabilkan pertumbuhan dan memastikan likuiditas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 2,23 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 1,62 persen dan 0,92 persen.
Sedangkan, tiga sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 1,03 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor teknologi yang masing-masing turun sebesar 0,64 persen dan 0,32 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu OPMS, OASA, INPC, MHKI, dan KPIG. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GSMF, COIN, NRCA, PADA dan DOOH.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.576.949 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 70,56 miliar lembar saham senilai Rp36,87 triliun. Sebanyak 344 saham naik, 362 saham menurun, dan 104 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 547,00 poin atau 1,04 persen ke 51.971,10, indeks Hang Seng melemah 251,50 poin atau 0,94 persen ke 26.458,94, indeks Shanghai menguat 2,10 poin atau 0,05 persen ke 4.085,77, dan indeks Strait Times menguat 6,33 poin atau 0,13 persen ke 4.746,31.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!