BI Kepri Mencatat Kenaikan Harga Komoditas Dorong Inflasi Desember 2025
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 12:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
BATAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) mencatat inflasi pada Desember 2025 mengalami peningkatan didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Deputi Direktur BI Kepri, Ardhienus, mengatakan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Kepri pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,14 persen, lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang sebesar 0,23 persen.
“Inflasi Desember 2025 terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 2,91 persen (mtm) dengan andil sebesar 0,85 persen,” ujar Ardhienus dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu (07/1).
Ia menjelaskan tekanan inflasi pada kelompok tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah.
“Kenaikan harga dipicu keterbatasan pasokan akibat bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah sentra produksi pangan di Sumatera bagian utara, di tengah tingginya permintaan masyarakat menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru),” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami inflasi sebesar 1,63 persen (mtm) dengan andil 0,12 persen. Inflasi pada kelompok ini dipengaruhi kenaikan harga emas yang berlanjut seiring ketidakpastian geopolitik global.
Selain itu, kelompok transportasi turut mencatat inflasi sebesar 1,13 persen (mtm) dengan andil 0,16 persen.
“Kondisi ini disebabkan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur Nataru serta pelaksanaan berbagai kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). Meski demikian, tekanan inflasi transportasi relatif tertahan oleh adanya periode diskon tarif angkutan,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan capaian tersebut, BI Kepri menilai inflasi tahunan Kepri sepanjang 2025 masih terjaga dalam rentang sasaran.
Untuk menjaga stabilitas harga, BI Kepri terus bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kepri melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Ia mengatakan memasuki Januari 2026, BI Kepri mewaspadai potensi tekanan inflasi dari tren kenaikan harga emas dunia dan normalisasi tarif angkutan laut pasca berakhirnya diskon transportasi.
Namun, tekanan tersebut diperkirakan tertahan oleh normalisasi permintaan pangan setelah Nataru serta penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per 1 Januari 2026.
“Ke depan, BI bersama TPID Kepri akan terus memperkuat koordinasi guna menjaga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5 persen lebih kurang 1 persen pada 2026,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!