Trump Kembali Dorong Rencana untuk Mencaplok Greenland
📅 Selasa, 06 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S“Namun kami memang membutuhkan Greenland, tanpa ragu. Kami membutuhkannya untuk pertahanan.”
Pada Desember lalu, Trump juga mengklaim kapal-kapal Russia dan Tiongkok “berkeliaran di sepanjang” pesisir wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok membalas pada Senin dengan mendesak “Amerika Serikat untuk berhenti menggunakan apa yang disebut ancaman Tiongkok sebagai dalih demi kepentingan sendiri”.
Presiden Finlandia Alexander Stubb menulis di X: “Tidak ada yang memutuskan untuk Greenland dan Denmark selain Greenland dan Denmark sendiri”, sementara para pemimpin Swedia dan Norwegia menyampaikan pesan dukungan serupa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mantan ajudan Trump, Katie Miller—istri dari penasihat paling berpengaruh Trump—menuai kecaman setelah mengunggah gambar Greenland dengan warna bendera AS disertai keterangan: “SEGERA”.
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyebut unggahan Miller tersebut sebagai “tidak menghormati”.
“Hubungan antarnegara dan antarbangsa dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional—bukan lewat gestur simbolik yang mengabaikan status dan hak kami,” tulis Nielsen di platform media sosial X.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekutu Dekat
Stephen Miller dikenal luas sebagai arsitek utama banyak kebijakan Presiden Trump, termasuk dalam memberi arahan terkait kebijakan imigrasi garis keras serta agenda domestik presiden.
Menanggapi unggahan Katie Miller, Duta Besar Denmark untuk AS Jesper Moeller Soerensen menyampaikan “pengingat bersahabat” yang bernada tegas, dengan menegaskan bahwa negaranya telah “secara signifikan meningkatkan upaya keamanan di kawasan Arktik” dan melakukannya bersama Washington.
“Kami adalah sekutu dekat dan seharusnya terus bekerja sama sebagai sekutu,” tulis Soerensen.
Katie Miller sebelumnya menjabat sebagai wakil juru bicara di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada masa jabatan pertama Trump.
Ia kemudian bekerja sebagai direktur komunikasi untuk Wakil Presiden saat itu, Mike Pence, serta pernah menjabat sebagai juru bicara Pence.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!