Pemprov Jakarta Komit Atasi TBC dan DBD
📅 Selasa, 06 Jan 2026, 01:20 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ANTARA/Risky Syukur
JAKARTA – Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk mempercepat penanganan Tuberkulosis (TBC) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) guna menekan angka kasus kedua penyakit tersebut. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kewaspadaan masyarakat.
Hal itu disampaikan Rano Karno saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/12). Menurutnya, penanganan TBC menjadi perhatian serius pemerintah, sejalan dengan arahan Presiden untuk mempercepat pemberantasan penyakit menular tersebut. “Penanganan TBC harus kita lakukan bersama-sama. Ini juga menjadi perhatian Presiden. Syukurlah sejumlah langkah sudah berjalan dan terus kita dorong agar hasilnya lebih optimal,” ujar Rano Karno.
Dia menjelaskan, penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Ini mulai dari pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat. Deteksi dini dan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dinilai menjadi kunci utama keberhasilan penanganan.
Wagub Rano menambahkan, Pemprov Jakarta telah melakukan berbagai langkah konkret di sejumlah wilayah dengan angka kasus yang masih cukup tinggi. Langkah tersebut mencakup peningkatan layanan kesehatan, penguatan edukasi masyarakat, serta pendampingan pasien agar pengobatan dapat berjalan tuntas.
“Kami berharap seluruh upaya yang dilakukan ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Penanganan TBC harus menyentuh langsung ke tingkat masyarakat,” tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain TBC, Rano Karno juga mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya memasuki musim hujan. Menurutnya, perubahan cuaca sering kali memicu peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penularan DBD.
“Jakarta masih berada di posisi yang cukup tinggi untuk kasus DBD. Karena itu, ini harus kita tangani secara serius dan bersama-sama,” ujarnya.
Rano menekankan pentingnya penguatan langkah pencegahan melalui penerapan gerakan 3M di lingkungan masyarakat. Ini dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memusnahkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rano Karno juga mengingatkan agar masyarakat dan jajaran pemerintah tidak lengah terhadap potensi munculnya genangan air di lingkungan permukiman. Kelalaian kecil, menurutnya, dapat berdampak besar terhadap meningkatnya risiko penyebaran DBD. “Peran juru pemantau jentik atau Jumantik sangat penting. Mereka menjadi garda terdepan dalam mengawasi dan mencegah penyebaran DBD di lingkungan warga,” pungkasnya.
Pemprov Jakarta menegaskan akan terus memperkuat program pencegahan dan penanganan penyakit menular melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Dengan langkah tersebut, diharapkan angka kasus TBC dan DBD di Jakarta dapat ditekan secara signifikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!