Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Kembali Tembus Rekor Tertinggi, Didorong Reli Komoditas Logam

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Kembali Tembus Rekor Tertinggi, Didorong Reli Komoditas Logam Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi seiring menguatnya harga komoditas logam di pasar global. Kenaikan harga nikel, tembaga, dan emas meningkatkan prospek kinerja emiten berbasis sumber daya alam, yang kemudian mendorong aksi beli investor.

Sentimen positif ini diperkuat oleh ekspektasi membaiknya permintaan industri global, sehingga saham sektor pertambangan menjadi motor utama penguatan IHSG meski volatilitas global masih membayangi.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/1), kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) seiring dengan menguatnya harga komoditas logam di tingkat global.

IHSG ditutup menguat 74,41 atau 0,84 persen ke posisi 8.933,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,28 poin atau 0,61 persen ke posisi 865,05.

“Berlanjutnya penguatan pada mayoritas harga komoditas logam dan adanya beberapa insentif dari pemerintah menjadi faktor positif pada pergerakan indeks,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, harga komoditas emas dan perak terpantau menguat di tingkat global, pasca Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Venezuela.

Selain mencermati perkembangan geopolitik, Ratna mengatakan pelaku pasar tengah menantikan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis dari Eropa dan AS.

Dari Jerman, akan dirilis data retail sales dan pasar tenaga kerja, sedangkan dari Euro Area akan dirilis data inflasi. Kemudian, pelaku pasar akan mencermati indeks ISM Services dan JOLTS Job Openings dari AS.

Dari dalam negeri, pemerintah berlanjut memberikan beberapa insentif untuk mendorong daya beli masyarakat, yang diharapkan dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Melalui PMK 105/2025, pemerintah memberikan insentif pembebasan pajak penghasilan (PPh) 21 selama tahun 2026 untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp10 juta/bulan yang bergerak di sektor industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, industri kulit dan turunannya, serta pariwisata.

Melalui PMK 90/2025, pemerintah menetapkan PPN ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk harga jual rumah sampai dengan Rp2 miliar untuk rumah tapak dan Rp5 miliar untuk rumah susun selama tahun 2026. Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji aturan insentif untuk industri otomotif.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,81 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor teknologi yang naik masing-masing sebesar 1,51 persen dan 1,28 persen.

Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,40 persen dan 0,12 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.