Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Burnout dan Post Holiday Blues Kerap Disamakan, Ini Perbedaannya Menurut Psikolog

📅 Senin, 05 Jan 2026, 23:15 WIB | Oleh:
Burnout dan Post Holiday Blues Kerap Disamakan, Ini Perbedaannya Menurut Psikolog Doc: Antara Foto
Ket. Ilustrasi - Sejumlah anak bermain di area bermain saat berkunjung ke Tebet Eco Park, Jakarta

Kondisi burnout dan post holiday blues kerap disamakan lantaran dinilai berkaitan penurunan semangat bekerja atau belajar, namun Psikolog klinis Virginia Hanny, M.Psi., Psikolog menyampaikan bahwa kedua kondisi tersebut memiliki perbedaan.

Burnout ditandai oleh kelelahan emosional,depersonalisasi atau sikap sinis, dan penurunan pencapaian personal, sedangkan 

Post holiday blues tidak sampai mengubah sikap dasar terhadap pekerjaan atau sekolah,” kata Virginia Hanny, ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.

Psikolog lulusan Universitas Padjajaran itu menjelaskan perbedaan kondisi burnout dan post holiday blues dapat dilihat dari durasi, penyebab, hingga perilaku individu terhadap pekerjaannya.

“Perbedaan yang umum antara keduanya bisa dari durasi, burnout bisa terjadi bahkan bertahun-tahun, sementara post holiday blues hanya bertahan beberapa hari sampai maksimal dua minggu,” tutur Virginia.

Virginia menjelaskan bahwa penyebab kondisi seseorang mengalami burnout bisa terjadi karena stres kerja berkepanjangan. Sementara pada kondisi post holiday blues bisa terjadi karena seseorang mengalami adanya transisi dari liburan ke rutinitas.

“Perilaku individu terhadap pekerjaan, seseorang yang burnout bisa apatis dan bahkan menarik diri dari pekerjaan dalam waktu yang lama, sementara individu yang mengalami post-holiday blues hanya merasa enggan untuk sementara,” ujar dia.

Lebih lanjut, psikolog yang berpraktik di Personal Growth itu juga menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh individu dalam mengatasi kondisi tersebut seperti post holiday blues antara lain bisa dimulai dengan membangun kembali rutinitas secara bertahap, memperbaiki pola tidur dengan pola yang konsisten, hingga bisa membuat tujuan atau goals kecil.

“Mempertahankan hal-hal menyenangkan yang dilakukan saat liburan seperti olahraga ringan, menyempatkan waktu untuk melakukan hobi dan bersosialisasi dalam keseharian, menyadari bahwa emosi ini valid dan wajar, namun tidak kerap berlarut-larut, berdiskusi dengan orang-orang terdekat atau tenaga profesional,” tutur dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.