Trump: Kesepakatan Russia–Ukraina Bergantung Persetujuan AS
📅 Senin, 29 Des 2025, 01:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
PALM BEACH, FLORIDA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (27/12), menyatakan tidak akan ada kesepakatan untuk mengakhiri perang Russia–Ukraina tanpa persetujuan Washington. Pernyataan itu disampaikan menjelang rencana pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Florida.
“Dia (Zelensky) tidak memiliki apa pun sampai saya menyetujuinya,” ujar Trump.
Meski demikian, Trump mengatakan ia menantikan pertemuan tersebut dan berharap pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/12), itu dapat berjalan produktif. “Kita akan lihat apa yang dia miliki. Saya pikir pembicaraan dengannya akan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Trump juga menyampaikan optimismenya terhadap jalur diplomasi paralel dengan Moskow. Ia mengatakan yakin diskusi dengan Presiden Russia Vladimir Putin juga akan “berjalan dengan baik” dan berharap dapat berbicara dengan pemimpin Russia tersebut dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Zelensky mengonfirmasi akan bertemu Trump untuk membahas rancangan peta jalan guna mengakhiri perang, termasuk usulan jaminan keamanan serta pengaturan ekonomi. Kepada Axios, Zelensky mengatakan tujuan utama pertemuan itu adalah merampungkan kerangka kerja dan jadwal penyelesaian konflik yang sedang berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Zelensky, proses diplomasi kini telah memasuki “tingkat selanjutnya”, sehingga keputusan-keputusan kunci membutuhkan keterlibatan langsung para presiden guna mempercepat tercapainya hasil. Sementara itu, Kremlin menyatakan Moskow dan Washington telah sepakat untuk mempertahankan dialog terkait kemungkinan penyelesaian konflik.
Proposal Baru
Zelensky dijadwalkan bertemu Trump pada Minggu untuk mengupayakan persetujuan Washington terhadap proposal baru guna mengakhiri konflik dengan Russia yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Proposal 20 poin tersebut merupakan hasil negosiasi intensif AS–Ukraina selama beberapa pekan. Namun, rencana itu belum mendapat persetujuan Moskow. Pertemuan tatap muka di Florida berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi, menyusul serangan rudal dan drone besar-besaran Russia terhadap Kyiv.
Gedung Putih menyebutkan, pertemuan akan digelar di kediaman Trump, Mar-a-Lago, pada pukul 13.00 waktu setempat (18.00 GMT), dan menjadi pertemuan langsung pertama kedua pemimpin sejak Oktober lalu. Pada pertemuan sebelumnya, Trump menolak permintaan Zelensky untuk pengiriman rudal jarak jauh Tomahawk.
Dalam kunjungannya ke Kanada pada Sabtu, Zelensky menyatakan harapannya agar pembicaraan dengan Trump berlangsung “sangat konstruktif”. Ia menilai serangan terbaru Russia terhadap ibu kota Ukraina sebagai bukti sikap Presiden Russia Vladimir Putin terhadap upaya perdamaian.
“Serangan ini sekali lagi menjadi jawaban Russia atas inisiatif perdamaian kami dan menunjukkan bahwa Putin tidak menginginkan perdamaian,” ujarnya.
Zelensky menggelar konferensi dengan para pemimpin Eropa. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan para pemimpin itu berjanji memberikan dukungan penuh terhadap upaya perdamaian Ukraina. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menegaskan dukungan Uni Eropa tidak akan goyah serta berkomitmen terus menekan Kremlin agar mencapai kesepakatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!