Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Samuel Aktor Dugaan Penganiaya dan Perobohan Rumah Nenek Elina di Surabaya Ditangkap Polisi

📅 Senin, 29 Des 2025, 16:22 WIB | Oleh:
Samuel Aktor Dugaan Penganiaya dan Perobohan Rumah Nenek Elina di Surabaya Ditangkap Polisi Doc: Istimewa
Ket. Terduga aktor pengusiran Nenek Elina dibawa petugas ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin (29/12).

SURABAYA – Polisi akhirnya menangkap Samuel, pria yang diduga mengirim sejumlah oknum ormas untuk mengusir dan merobohkan rumah Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, yang disertai kekerasan di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. beberapa waktu yang lalu. 

Sejumlah petugas menggiring pria tersebut dalam keadaan diborgol ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin (29/12).

Hingga saat ini, Polda Jatim belum menyampaikan keterangan resmi terkait status hukum Samuel maupun konstruksi perkara yang sedang ditangani penyidik.

Pada pada Minggu (28/12), Nenek Elina telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik  dan ua mengungkap kronologi dugaan pengusiran paksa yang dialaminya di rumah yang selama ini ia tempati.

Saat itu ia sempat menanyakan surat-surat bukti kepemilikan namun Elina mengungkap Samuel tidak menunjukan suratnya. 

"Dia mengaku ada surat dan hanya membawa sebuah map, tapi tidak pernah memperlihatkan isinya. Suratnya ya yang saya punya Letter C,” jelasnya.

Menurutnya, dalam peristiwa Agustus lalu tersebut puluhan orang berseragam merah yang mengaku berasal dari sebuah organisasi kesukuan datang dan memaksa Elina keluar dari rumahnya.

“Saya diangkat empat orang. Dua pegang kaki, dua pegang tangan. Saya melawan, posisi saya dibawa agak ke luar,” tuturnya.

Kuasa hukum Elina, Wellem Mintarja, mengatakan penyidik Polda Jatim telah memeriksa empat orang saksi terkait peristiwa tersebut, yakni Elina, Iwan, Maria, dan Muslimah.

“Yang diperiksa adalah para penghuni rumah. Bu Maria masih kerabat. Pemeriksaan seputar kejadian itu. Klien kami diangkat, disuruh keluar, dan di lokasi banyak orang. Setelah Bu Elina diturunkan, mulutnya berdarah,” jelas Wellem.

Wellem menegaskan bahwa kliennya sama sekali tidak mengenal Samuel sebelum peristiwa pengusiran tersebut. Elina baru mengetahui sosok Samuel pada malam kejadian.

Ia juga menegaskan hingga kini Samuel tidak pernah menunjukkan bukti sah kepemilikan rumah atau tanah yang diklaimnya.

Menurut Wellem, rumah tersebut telah dihuni oleh Elina bersama kakaknya, Elisa Irawati, sejak tahun 2011. Elisa meninggal dunia pada 2017. Namun pada 5 Agustus 2025, Samuel tiba-tiba mengklaim pernah membeli rumah tersebut pada tahun 2014.

“Selama 11 tahun itu tidak pernah ada klaim, tidak pernah menunjukkan sebagai pembeli. Tiba-tiba pada 2025 muncul dan mengklaim,” ujar Wellem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.