Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Ekonomi Pram-Rano untuk UMKM dan Daya Saing DKI

📅 Senin, 29 Des 2025, 16:32 WIB | Oleh:
Kebijakan Ekonomi Pram-Rano untuk UMKM dan Daya Saing DKI Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Gubernur Jakarta Pramono Anung (kiri) bersama Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.

JAKARTA -- Sebagai ibu kota, Jakarta tampaknya sudah tidak diragukan lagi dalam mengelola perekonomiannya. Terlebih kini, Jakarta telah bertransformasi menjadi kota global.

Namun hal tersebut berbeda di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Mereka berdua seolah diuji oleh berbagai tantangan perekonomian, terlebih setelah pemerintah pusat memutuskan untuk memotong transfer dana bagi hasil (DBH) untuk daerah. Tak tanggung-tanggung, DBH untuk Jakarta dipotong hingga Rp15 triliun lebih.

Namun, Pramono memerintahkan jajarannya tidak protes pada keputusan tersebut. Justru, ia mengarahkan jajarannya untuk fokus tetap menggeliatkan ekonomi di Jakarta.

Salah satunya, Pramono menggagas Jakarta Collaboration Fund. Jakarta Fund disiapkan guna menambah sumber pendapatan daerah setelah Dana Bagi Hasil (DBH) DKI Jakarta dari pemerintah pusat dipangkas hingga Rp15 triliun.

Pramono menyatakan pihaknya masih menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dapat menjalankan Jakarta Collaboration Fund.

Namun, pada saat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambangi Balai Kota pada Selasa (7/10), ia telah menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut.

Selain Jakarta Fund, Pemprov juga menyiapkan skema lain seperti Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SP3L).

“Alternative financing itu akan menjadi salah satu kata kunci untuk membangun Jakarta. Banyak instrumen yang selama ini belum terkelola secara baik akan kita gunakan,” ujarnya.

Selain itu, Pramono memerintahkan jajarannya untuk menerapkan pembiayaan kreatif atau creative financing.

Misalnya, creative financing bisa dilakukan dengan kerjasama antara Pemerintah Jakarta dengan pihak swasta.

Pramono menekankan bahwa kini bukan lagi eranya menggunakan dana besar tanpa pengawalan ketat untuk membangun Jakarta.

Dia memastikan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno akan mengawal secara khusus setiap pendanaan untuk membangun Jakarta.

Creative financing lainnya yang Pramono dorong untuk memperbesar  peluang tambahan pemasukan daerah adalah dengan menerapkan skema hak penamaan atau naming rights.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.