Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wisatawan Domestik Turun, Koster Soroti Minimnya Armada Pesawat

📅 Minggu, 28 Des 2025, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wisatawan Domestik Turun, Koster Soroti Minimnya Armada Pesawat Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Pantai Sanur Bali.

BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster menyoroti turunnya jumlah kunjungan wisatawan domestik sepanjang 2025, terutama pada periode Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Menurutnya, penurunan ini bukan karena Bali kehilangan daya tarik, melainkan keterbatasan jumlah pesawat yang beroperasi melayani calon penumpang.

Keterbatasan armada membuat ruang gerak wisatawan domestik ikut menyempit, meski minat berlibur tetap tinggi.

Koster menilai persoalan ini perlu segera dibenahi agar akses transportasi kembali sejalan dengan geliat pariwisata Bali, terutama pada momentum libur besar yang seharusnya menjadi masa panen kunjungan.

“Maskapai Garuda dan Citilink sebagian pesawatnya itu sedang menjalani masa perawatan karena memang sudah jatuh tempo, harus perawatan sehingga penerbangannya ke Bali kurang, akibatnya pesawat yang berkurang itu jumlah kursinya penuh terus,” kata Koster di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (28/12).

“Ini salah satu faktor yang mengakibatkan mengapa jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Bali itu mengalami penurunan karena memang jumlah penerbangannya turun tapi kursinya penuh terus,” sambung Koster.

Dari data yang diperoleh Pemprov Bali usai memeriksa kesiapan dan rapat koordinasi bersama unsur Bandara I Gusti Ngurah Rai, ditemukan bahwa Garuda Indonesia yang biasanya melayani dengan 11 pesawat kini hanya ada sembilan pesawat.

Begitu pula Citilink yang biasanya menerbangkan 11 pesawat kini hanya enam karena hampir 50 persennya harus menjalani perawatan.

“Itu yang membuat pesawat ke Bali itu penuh terus sehingga orang yang mau naik pesawat ke Bali mengalami kesulitan karena kurangnya penerbangan, yang ada penuh terus,” ujarnya.

Selain kurangnya pesawat yang melayani rute Bali di periode Posko Nataru, Gubernur Koster juga melihat wisatawan domestik sudah mulai bergeser ke wisata di Pulau Jawa.

Orang nomor satu di Pemprov Bali tersebut mewajarkan hal tersebut, faktor pendukungnya adalah infrastruktur jalan tol yang memadai sehingga membuat wisatawan mudah mengakses jalur darat.

Jika dihitung secara total jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Bali periode Januari hingga 26 Desember 2025 baru di angka 9,2 juta sementara jumlah total kunjungan wisdom pada 2024 mencapai 10,1 juta.

“Untuk tahun 2025 sampai 26 Desember baru mencapai 9,2 juta ada penurunan, jadi kira-kira sampai 31 Desember mungkin akan menjadi 9,4 juta atau menurun sekitar 600 sampai 700 ribu,” kata dia.

Sejak berdirinya Posko Nataru yaitu 15 Desember jumlah pergerakan wisatawan domestik juga baru di angka 327.394 penumpang dengan jumlah kedatangan 176.510 kunjungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

27 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.