Wagub Rano Apresiasi di HUT ke-103 PAM Jaya, Aksi Donor Darah Cetak Rekor MURI

Minggu, 28 Des 2025, 13:45 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri penutupan peringatan Hari Ibu yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-103 PAM Jaya di Corporate Learning Center PAM Jaya, Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu pagi. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian acara sosial yang menyoroti peran kemanusiaan dan kepedulian sosial di Ibu Kota.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK DKI Jakarta Hani Pramono Anung, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin, serta jajaran pejabat daerah dan manajemen PAM Jaya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen kolaboratif dalam mendorong program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ket. Foto: Wagub Rano menghadiri rangkaian Hari Ulang Tahun ke-103 PAM Jaya di Corporate Learning Center PAM Jaya, di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Minggu (28/12) — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Dalam sambutannya, Rano Karno memberikan apresiasi terhadap program kemanusiaan PAM Jaya berupa kegiatan donor darah yang digelar secara serentak di lima wilayah kota dan kabupaten administrasi. Program tersebut dinilai bukan sekadar simbolik, tetapi memberi manfaat nyata bagi pemenuhan kebutuhan darah di Jakarta.

Rano menyoroti pencapaian kegiatan donor darah ini yang berhasil mencatatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga mampu menghasilkan gerakan sosial berskala besar dengan dampak konkret.

"Kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas terus hidup dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Jakarta. Ini menjadi tantangan besar bagi Jakarta untuk terus mampu menjalankan tugas-tugas kemanusiaan," ujar Rano Karno dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, mulai dari para pendonor hingga relawan. Apresiasi juga diberikan kepada tenaga kesehatan, PAM Jaya, Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, PMI DKI Jakarta, Komunitas Kebaya Jakarta, serta mitra lainnya.

"Setiap kontribusi memiliki arti besar, karena setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan, bahkan menyelamatkan banyak nyawa. Terima kasih juga kepada PAM Jaya yang terus menyalurkan kepedulian sosial melalui berbagai program kemanusiaan," lanjut Rano Karno.

Ia menambahkan bahwa kepedulian sosial PAM Jaya tidak hanya terfokus di Jakarta, tetapi juga menjangkau daerah lain di Indonesia. Bantuan kemanusiaan disebut telah disalurkan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra dan sejumlah wilayah lainnya.

Rano menilai konsistensi PAM Jaya dalam kegiatan sosial menjadi contoh konkret peran badan usaha milik daerah yang tidak hanya berorientasi pada layanan publik, tetapi juga nilai kemanusiaan. Menurutnya, kehadiran BUMD dalam aksi sosial memperkuat kepercayaan publik dan solidaritas antarmasyarakat.

Momentum peringatan Hari Ibu dengan tema "Perempuan Peduli, Perempuan Menginspirasi" disebut Rano semakin menegaskan posisi strategis perempuan dalam gerakan sosial. Perempuan dinilai memiliki peran sentral sebagai penggerak nilai empati, solidaritas, dan kepedulian di tengah masyarakat urban seperti Jakarta.

Ia menyampaikan bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat dari program sosial, tetapi juga aktor utama yang mendorong keberlanjutan kegiatan kemanusiaan. Hal ini tercermin dari keterlibatan aktif TP PKK dan komunitas perempuan dalam rangkaian acara HUT PAM Jaya.

Rano juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan sosial sebagai agenda berkelanjutan, bukan hanya seremoni tahunan. Menurutnya, tantangan sosial di Jakarta menuntut aksi nyata yang konsisten dan terukur.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Rano, akan terus mendukung kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Dukungan ini mencakup fasilitasi program, penguatan jejaring, hingga optimalisasi peran BUMD dalam kegiatan kemanusiaan.

Penutupan rangkaian Hari Ibu dan HUT ke-103 PAM Jaya ini ditandai dengan semangat kebersamaan dan solidaritas lintas elemen. Acara tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang merawat nilai kemanusiaan.

Melalui kegiatan donor darah dan aksi sosial lainnya, PAM Jaya dinilai berhasil menghadirkan makna perayaan yang lebih substansial. Rano berharap semangat ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.