Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SGC Perkuat Kemitraan, Tebu Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Nasional

📅 Selasa, 23 Des 2025, 00:00 WIB | Oleh:
SGC Perkuat Kemitraan, Tebu Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Nasional Doc: KORAN JAKARTA/MSS
Ket. Sosialisasi Kemitraan Tebu SGC di Balai Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Senin (23/12).

Kemitraan SGC diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan tebu nasional.

LAMPUNG TENGAH – Harga tebu cenderung bertahan tinggi akibat kuatnya permintaan yang belum mampu diimbangi oleh ketersediaan pasokan nasional. Ketimpangan ini menunjukkan perlunya penguatan produksi melalui peningkatan produktivitas dan perluasan kemitraan tebu, seperti yang dijalankan Sugar Group Companies (SGC).

Perwakilan SGC, Saeful Hidayat mengatakan, selain sebagai salah satu sembilan bahan pokok, kebutuhan tebu nasional juga tinggi. “Kebutuhan tebu kita itu 7 juta ton per tahun, sementara produksi nasional hanya 3 juta ton. Barang kalau kebutuhannya tinggi, dan pasokannya masih kurang, harganya pasti tinggi,” kata Saeful saat Sosialisasi Kemitraan Tebu SGC di Balai Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, Senin (23/12).

Saeful menjelaskan nilai pembeda utama kemitraan tebu yang dijalankan SGC dibandingkan pola kemitraan lainnya terletak pada kuatnya pendampingan dan bimbingan teknis kepada petani. Melalui dukungan tersebut, petani tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga dibekali peningkatan kapasitas budidaya dan produktivitas.

“Apa pun jenis tanamannya, yang penting harus ada bimbingan teknis bagi petani. Wajar jika petani baru pertama kali menanam tanaman tertentu, mendapat bimbingan teknis sehingga hasilnya bisa maksimal.

Menurut Saeful, bimbingan teknis yang dilakukan dalam kemitraan SGC berupa cara-cara budi daya tebu yang baik, mulai dari persiapan hingga panen.Sehingga saat panen hasilnya bisa maksimal.

Kemitraan tebu yang dijalankan SGC dinilai memiliki potensi besar mendorong kesejahteraan masyarakat Lampung, khususnya petani tebu. Kepastian harga yang dijaga pemerintah, seiring status gula sebagai komoditas sembilan bahan pokok, memberikan jaminan pasar dan pendapatan lebih stabil.

Skema ini tidak hanya memperkuat rantai pasok gula nasional, tetapi juga menciptakan basis ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas dan kepastian usaha bagi petani.

“Yakinlah bahwa kemitraan tebu ini akan memakmurkan masyarakat karena harga tebu dijaga pemerintah, tidak seperti singkong saat panen justru harga turun,” kata Senator asal Lampung,Bustami Zainuddin saat menghadiri Sosialisasi Kemitraan Tebu SGC di Balai Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, Senin (23/12).

Bustami, yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), menegaskan bahwa keberlanjutan usaha pertanian sangat ditentukan oleh kepastian pasar bagi petani. Menurutnya, petani tidak cukup hanya didorong untuk menanam komoditas, tetapi juga harus dijamin adanya pihak yang menyerap hasil panen.

Tanpa mekanisme penampungan yang jelas, lanjutnya, risiko kerugian petani akan tetap tinggi meskipun produksi meningkat. “Sebagai anggota DPD Lampung, saya berterima kasih kalau ada perusahaan besar seperti SGCmau mengajak petani beralih menanam tebu.Petani itu butuh kepastian, kepastian yang beli dan kepastian harga,” kata Bustami.

Tak Sekadar Padi

Sementara itu, Plt Bupati Lampung Tengah, Komang Koheri, menegaskan konsep ketahanan pangan tidak boleh dipersempit hanya pada komoditas padi. Menurutnya, gula juga merupakan bagian penting dari ketahanan pangan nasional karena perannya sebagai kebutuhan pokok masyarakat.

Karena itu, lanjutnya, penguatan sektor tebu dan industri gula perlu mendapat perhatian setara guna menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan. “Makanya saya mendukung kemitraan tebu yang digagas SGC ini, selain untuk ketahanan pangan, juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat petani Lampung Tengah,” kata Komang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Megapolitan
Bawa Sabu 112,13 Gram, Gera...
Nasional
KPK Sita Uang Ratusan Milia...
Olahraga
Lamine Yamal Sebut Mbappe S...

Bromo Ditutup, Danau Kawah Ranu Regulo Jadi Pelipur Lara Wisatawan

55 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Bromo Ditutup, Danau Kawah ...
Daerah
Penyekatan Diperkuat Agar K...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.