Gubernur Banten Dorong Langkah Darurat dan Solusi Atasi Sampah Tangsel
Selasa, 23 Des 2025, 16:21 WIBSERANG -- Gubernur Banten Andra Soni mendorong pembukaan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai langkah darurat sekaligus solusi jangka panjang dalam menangani persoalan sampah.
Andra di Serang, Selasa, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Wali Kota Tangerang Selatan menyusul keterbatasan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang yang hanya mampu menampung sekitar 400 ton sampah per hari, sementara produksi sampah harian Tangsel mencapai sekitar 1.100 ton.
âJadi gini, kemarin saya diskusi dengan Pak Wali Kota, ini harus ditangani. Pertama, TPSA Cipeucang untuk sementara mohon bisa dioperasionalkan kembali. Ini kan penutupannya oleh kementerian,â kata Andra di Kota Serang, Selasa.
Ia menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya telah mengupayakan solusi dengan melobi Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar bersedia menerima limpahan sampah dari Tangsel, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
âPak Menteri sudah mencoba melobi Jawa Barat, tapi tidak bisa. Maka kita di Provinsi Banten berdiskusi dan meminta tolong ke Kota Serang,â ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Andra menyebut Pemprov Banten telah menjembatani kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Pemerintah Kota Serang dalam penanganan sampah. Nota kesepahaman (MoU) disebut sudah ditandatangani dan tinggal memasuki tahapan teknis.
âMOU-nya sudah, tinggal ada tahapan-tahapan lain. Mudah-mudahan Januari sudah bisa dimulai di sana,â kata Andra.
Sambil menunggu realisasi kerja sama tersebut, Andra berharap TPA Cipeucang dapat kembali dioperasionalkan hingga akhir Desember untuk menekan penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan dan lingkungan.
âSampah ini permasalahan ada di tingkat kota. Setiap wilayah punya volume sampah yang berbeda-beda. Tangsel itu luasnya cuma sekitar 147 kilometer persegi, tapi penduduknya padat. Maka Cipeucang ini sudah tidak bisa menampung secara keseluruhan,â ujarnya.
Ia juga menyinggung terhentinya kerja sama penanganan sampah antara Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang, sehingga Pemprov Banten harus mencari alternatif lain yang lebih realistis dan cepat diterapkan.
âKhusus antara Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Pandeglang kan tidak bisa dilanjutkan kerja samanya. Nah, dengan Kota Serang mudah-mudahan bisa menemukan solusi,â kata Andra.
Selain langkah darurat, Andra menegaskan Pemprov Banten mendorong solusi jangka panjang melalui pengelolaan sampah berbasis teknologi, termasuk pengolahan sampah menjadi energi listrik.
âSupaya pertama ini tertangani, kedua untuk penanganan sampah menjadi listrik itu juga bisa kita maksimalkan,â pungkasnya.
- Sampah Tangsel
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Kasus Stunting di Papua Tengah Masih Tinggi, Pemerintah Ajak Semua Pihak Bergerak
-
Nah Loh! Ternyata ‘Flexing’ di Medsos Berbahaya bagi Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya
-
Berusaha Kelabui Petugas Pendakian Gunung Semeru, Seorang Tour Leader Diblacklist
-
Tangsel Kirim 200 Ton Sampah per Hari ke Cileungsi, Wali Kota: Pemkot Tidak Menyerah
-
BGN Kenalkan Program MBG, Dinilai Mampu Bangkitkan Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah
-
Kluivert Sebut Gol Pertama Arab Saudi Jadi Titik Balik Atas Kekalahan Timnas Indonesia
-
Trump Serukan Negara-Negara Timur Tengah Wujudkan Perdamaian Regional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.