Trump Serukan Negara-Negara Timur Tengah Wujudkan Perdamaian Regional

Rabu, 15 Okt 2025, 01:10 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyerukan negara-negara di Timur Tengah untuk bersatu dan “menyelesaikan tugas” yaitu mewujudkan perdamaian regional. Sebab, konflik Gaza sebut Trump hanya sebagian dari tantangan yang lebih besar.

“Baru tiba di Washington D.C. yang sangat aman dan indah. Kami mencapai begitu banyak hal di Israel dan Mesir. Pekerjaan sulit telah diselesaikan dengan hasil terbaik. Pengalaman yang luar biasa,” tulis Trump di platform Truth Social, Selasa (14/10).

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: Yoan VALAT/AFP

“Sekarang semua negara besar yang telah berjuang begitu lama untuk kawasan ini harus bersatu dan SELESAIKAN PEKERJAAN! Gaza hanyalah sebagian dari ini. Yang terbesar adalah PERDAMAIAN DI TIMUR TENGAH!” tambahnya.

Sebelumnya, pada 9 Oktober, Trump mengumumkan bahwa Israel dan gerakan perlawanan Palestina, Hamas, telah menyepakati tahap pertama rencana perdamaian untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza.

Pada tahap awal, Hamas membebaskan sandera Israel. Sementara Israel menarik pasukannya ke garis yang disepakati di Gaza serta membebaskan ratusan warga Palestina dari penjara, termasuk narapidana seumur hidup.

Rencana damai Gaza yang digagas Trump pada 29 September itu mencakup 20 poin dan menyerukan gencatan senjata segera dalam waktu 72 jam, bersyarat pada pembebasan sandera.

Dokumen tersebut juga mengusulkan pembentukan pemerintahan teknokratis di Gaza tanpa keterlibatan Hamas, dengan pengawasan internasional yang dipimpin oleh Trump.

Pada 13 Oktober, penandatanganan dokumen perjanjian damai Gaza dilakukan dalam Konferensi Tingkat Tinggi untuk Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir.

Berperan Aktif

Presiden Prabowo Subianto setibanya di Tanah Air menyatakan kesiapan Indonesia berperan aktif menjaga perdamaian di Palestina pascakesepakatan gencatan senjata yang dicapai dalam pertemuan di Sharm el-Sheikh, Mesir.

Kepala Negara, di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, mengatakan sejumlah negara mediator kunci seperti Amerika Serikat, Turki, Qatar, dan Mesir menanyakan kesiapan Indonesia dalam mendukung proses perdamaian tersebut.

“Kami katakan kami siap, kalau diminta pasukan penjaga perdamaian, pasukan peacekeeping, Indonesia siap,” tegas Presiden.

Rencana pengiriman pasukan perdamaian itu katanya akan dibahas lebih lanjut secara teknis dengan berbagai pihak terkait.

Terpisah, Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan, keberhasilan Trump mendorong pembebasan sandera dan gencatan senjata antara Hamas dan Israel patut diapresiasi, namun upaya menuju perdamaian permanen masih perlu dikawal oleh semua pihak karena prosesnya belum selesai.

  • stabilitas kawasan

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.