Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wayan Malana, Bule Lokal yang Bela Tim Skateboard Merah Putih

📅 Senin, 22 Des 2025, 16:50 WIB | Oleh:

Tinggal di kawasan Kuta, sejak kecil Mala tumbuh dikelilingi komunitas skateboard dan selancar. Sebelum menekuni karir profesionalnya bersama Timnas Skateboard, Malana juga aktif dalam olahraga selancar.

Dia sempat mengikuti beberapa kompetisi surfing, sehingga  bimbang untuk menjadi peselancar atau pemain skateboard. Sebab dirinya juga beberapa kali menjuarai kompetisi skateboard seperti Walikota Cup XIV, King of Kuta, termasuk kompetisi skateboard internasional.

Pada Juni 2025, ia menunjukkan tajinya di ajang bergengsi World Skateboarding Tour (WST) World Cup di Roma, Italia. Di sana, ia berhasil menembus babak perempat final dan menempati posisi ke-25 dunia untuk kategori Street Women. Sebuah prestasi untuk debutan.

Bakatnya yang cemerlang bahkan sempat menarik perhatian tim nasional Australia yang memberikan tawaran untuk bergabung. Namun, kecintaannya pada tanah air membuatnya tetap memilih membela merah putih.

"Aku ada kesempatan sama tim Australia, tapi tidak. Saya mau sama Indonesia," kata dia dengan tegas.

Dukungan penuh keluarga

Kesuksesan Malana tentu tak didapat secara instan. Mengikuti berbagai kompetisi di dalam dan luar negeri tentu tak lepas dari kedua orang tua yang menjadi support system nomor satu. Terlebih sejak bergabung dengan Timnas Skateboard pada 2024, bimbingan pelatih semakin mengasah kemampuannya.

Sebelum memasuki pelatnas, Malana berlatih bersama ayahnya, yang juga aktif menggeluti olahraga skateboard. Tak jarang pula ia memperhatikan gaya kakaknya saat bermain skate. Dengan antusias ia menceritakan kekagumannya cara kakaknya yang berusia 18 tahun mengulik trik-trik skateboard.

Prestasi yang diraih Malana tentu menjadi kebanggaan bagi orang tua, terlebih mengingat perjuangannya yang harus mengikuti Pelatnas di Cikarang, Jawa Barat, terpisah dari keluarga di Bali selama tujuh bulan.

“Tentunya senang sekali ya. Apalagi setelah dia latihan selama tujuh bulan, jauh dari keluarga, pindah sekolah, perjuangannya banyak,” ungkap  Cynthia Dewi.

Sebagai orang tua, baik Cynthia maupun Afandy mendukung seratus persen anak-anak mereka terjun di dunia olahraga. Ia hanya berpesan agar anak-anak benar-benar fokus dan serius.

“Bapak sama ibuku sudah mendukung lama banget, jadi kalau tidak ada mereka aku tidak mungkin ada di sini. Juga teman-teman yang mendukung saya dan Timnas juga sudah mendukung banyak banget, serta ofisial. Kalau tidak ada mereka tidak mungkin di sini,” ungkap Mala.

Panggung dunia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Pemerintah Kota Jambi Doron...
Daerah
Tarif Retribusi Turun! Peda...

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kerugian Besar Bangsa, Ruma...

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.