Masa Tanggap Darurat Bencana di Pasaman Barat di Perpanjang Tujuh Hari
📅 Senin, 22 Des 2025, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Simpang Empat - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari sampai 29 Desember 2025
"Masa tanggap darurat kita putuskan diperpanjang karena menimbang masih ada sejumlah daerah yang perlu penanganan yang serius terkait pembersihan material longsor," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Sekretaris Daerah Doddy San Ismail usai melakukan zoom penanganan bencana dengan Pemprov Sumbar, Senin (22/12) malam.
Dia menyebutkan keputusan memperpanjang masa tanggap darurat itu dilakukan setelah melakukan pengkajian bersama tim gabungan yang ada di Pasaman Barat.
"Bekas longsor di Tinggam Kecamatan Talamau masih perlu penanganan meskipun saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun untuk roda empat masih kesulitan dan hanya bisa dilalui oleh mobil gardan dua," katanya.
Selain itu di Kecamatan Talamau masih terjadi longsor susulan di daerah Polong Anam Talu. Bahkan banyak retakan bukit yang mengancam longsor susulan seperti di Pasanggiang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apalagi, katanya, daerah lintas Rimbo Kejahatan-Talu Talamau tanahnya sangat labil yang dipicu oleh gempa yang terjadi pada 2022 lalu.
"Ini perlu perhatian serius dan diminta pengendara harus ekstra hati-hati melewati jalur menuju Talamau apalagi jika hujan," ujarnya.
Pihaknya juga sudah melihat jalan alternatif menuju Talamau dari Jembatan Panjang Kajai tembus ke Tembok Bangkok Talu Talamau untuk antisipasi jika terjadi longsor susulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk Pasaman Barat berdasarkan data sampai saat ini lima orang meninggal dunia akibat bencana alam, tiga orang hilang, 5 orang luka, 268 orang mengungsi di tempat keluarga dan sanak famili, 18 unit rumah rusak berat, 16 unit rumah rusak sedang dan 38 unit rumah rusak ringan.
Lalu 11 unit rumah hanyut, 11 sekolah terdampak, tiga fasilitas kesehatan rusak, 30 tempat ibadah terdampak, satu kantor rusak dan 1.904 meter irigasi rusak.
Kemudian 15 bendungan rusak,14 jembatan rusak, 12 jalan rusak, 1.005 hektare lahan pertanian terdampak dan 12.071,5 hektare lahan perkebunan terdampak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!