Jadi Pemasok Makan Bergizi Gratis, Pendapatan Perajin Telur Asin Meningkat

Senin, 22 Des 2025, 21:55 WIB

Perajin telur asin Yayak Surayak melihat pendapatannya mengalami kenaikan setelah menjadi pemasok telur untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu dampak ekonomi lokal dari program tersebut.

Dalam pernyataan diterima di Jakarta, Senin, Yayak Surayak yang berasal dari Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyebut setelah menjadi pemasok dapur MBG ia bisa menjual 3000-5000 butir tiap pekan atau naik 2900-4900 persen.

Ket. Foto: Perajin telur asin Yayak Surayak memperlihatkan telur asin yang dia siapkan untuk MBG di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. — Sumber: Antara Foto

"Alhamdulillah, sejak adanya MBG di sini, peternak itik seperti kami menjadi sangat terbantu. Kalau selama ini kami hanya bisa menjual 100 sampai 200 butir telur per minggu, sekarang sekali kirim bisa 3.000 sampai 5.000 butir telur asin dan langsung dibayarkan," kata Yayak.

Usaha pembuatan telur asin yang diupayakan Yayak juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

Jika semula cukup membuat telur asin sendirian, ia kini tak mampu lagi mengerjakannya dengan tenaga sendiri. Kini ia mulai mempekerjakan ibu-ibu tetangga di sekitar rumahnya.

Telur asin untuk menu MBG yang diminta Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) biasanya yang tidak terlalu asin. Karena itu prosesnya menjadi lebih cepat. Jika telur asin yang dijual di pasar umum biasanya memerlukan waktu 12 sampai 15 hari untuk pengasinan, telur asin untuk MBG hanya memerlukan waktu 7 sampai 8 hari.

Dengan bertambahnya permintaan telur asin dari beberapa dapur MBG di Kecamatan Sumber Sari, Yayak mulai berpikir untuk menyiapkan stok telur yang lebih banyak. Karena itu dia kini mulai memperbesar kandang dan menambah jumlah itik yang dipeliharanya.

Karena peningkatan omset penjualan telur itik yang dia rasakan, Yayak sangat berharap agar program MBG terus berlanjut.

"Sebab, perajin kecil seperti saya ini sangat terbantu, karena omsetnya naik sampai 3000 persen, perputarannya cepat, dan sampai ke kami-kami ini. Selain itu, banyak warga yang bisa bekerja."

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.