KKP Tancap Gas Bangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih, Pesisir Jadi Poros Baru Ekonomi

Minggu, 21 Des 2025, 18:55 WIB

PANGKALPINANG – Program Kampung Nelayan Merah Putih memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi pesisir sekaligus menjaga kedaulatan pangan laut nasional.

Melalui pendekatan terpadu—mulai dari peningkatan infrastruktur, akses pembiayaan, hingga penguatan kelembagaan nelayan—program ini mendorong nelayan naik kelas dari sekadar pelaku subsisten menjadi bagian dari rantai nilai perikanan yang produktif dan berdaya saing.

Ket. Foto: Arsip foto - Foto udara kampung warna warni di Kelurahan Tondonggue, Kecamatan Nambo, Kendari, Sulawesi Tenggara. — Sumber: ANTARA FOTO/ Andry D

Secara analitis, Kampung Nelayan Merah Putih juga berfungsi sebagai instrumen pengurangan kesenjangan wilayah dan kerentanan sosial di kawasan pesisir.

Dengan memperbaiki akses teknologi, pasar, dan perlindungan usaha, program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan nelayan, tetapi juga memperkuat resiliensi komunitas pesisir terhadap fluktuasi cuaca, harga, dan tekanan ekonomi, sehingga pembangunan sektor kelautan menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia akan membangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih, guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Pada tahun depan, kita akan membangun 1.000 kampung nelayan yang dikolaborasikan dengan Koperasi Merah Putih," kata Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan di Kampung Nelayan Merah Putih Desa Tukak Bangka Selatan, Sabtu (20/12).

Ia mengatakan saat ini, KKP telah membangun 65 Kampung Nelayan Merah Putih dari target 100 Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Dalam Waktu dekat ini, kita akan menambah 35 kampung nelayan ini untuk menuntaskan target kampung nelayan merah putih tahun ini," katanya.

Ia menyatakan pembentukan 100 kampung nelayan merah putih tahun ini akan dijadikan percontohan bagi pembentukan 1.000 kampung nelayan merah putih pada 2026 nanti.

"Kampung Nelayan Merah Putih Desa Tukak Kabupaten Bangka Selatan sekarang ini juga sebagai percontohan yaitu dengan ditambahkannya SPBU Nelayan," katanya.

Ia menambahkan anggaran pembentukan SPBU Nelayan ini berasal dari Koperasi Merah Putih, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir di daerah ini.

"Semuanya ini ditujukan untuk kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan pesisir,"katanya.

Keberadaan SPBU Nelayan memiliki peran krusial dalam menjaga keberlanjutan usaha perikanan tangkap, terutama bagi nelayan kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan dan stabilitas harga BBM.

Dengan memastikan pasokan energi yang terjangkau dan tepat sasaran, SPBU Nelayan menekan biaya operasional melaut sehingga margin pendapatan nelayan menjadi lebih stabil dan terprediksi.

SPBU Nelayan juga berfungsi sebagai instrumen kebijakan untuk menutup celah distribusi dan mencegah kebocoran subsidi BBM.

Sistem penyaluran yang lebih terkontrol meningkatkan efisiensi, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, serta memperkuat daya saing sektor perikanan rakyat.

Dengan begitu, SPBU Nelayan tidak hanya berdampak ekonomi jangka pendek, tetapi juga mendukung ketahanan pangan laut dan keberlanjutan ekosistem usaha nelayan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.