Merajut Mimpi dari Kain Tradisi, Batik Besurek Kini Dikenal di Pasar Internasional

Selasa, 16 Jun 2026, 19:15 WIB

BENGKULU – Berawal dari kecintaan terhadap warisan budaya daerah, pelaku usaha lokal di Bengkulu berhasil mengantarkan Batik Besurek menembus pasar internasional.

Perjalanan tersebut tidak berlangsung instan. Hampir satu dekade lamanya mereka konsisten mengembangkan kualitas produk, memperkuat desain, serta memperluas jaringan pemasaran agar kain khas Bengkulu itu mampu bersaing di pasar global.

Ket. Foto: Produk Batik Besurek yang dipasarkan Oase Gallery mengangkat kekayaan budaya Bengkulu, seperti kaligrafi Arab gundul, bunga Rafflesia, serta ragam flora dan fauna lokal. — Sumber: ANTARA/ HO-Dokumen Pribadi

Ketekunan tersebut kini mulai membuahkan hasil. Batik Besurek yang dikenal dengan motif kaligrafi Arab berpadu unsur budaya lokal semakin diminati konsumen mancanegara.

Produk-produk batik asal Bengkulu itu bahkan telah rutin diekspor ke Malaysia dan Singapura, membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerah ke tingkat internasional.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk berbasis kearifan lokal memiliki daya saing tinggi apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Di tengah persaingan industri fesyen yang semakin ketat, Batik Besurek tidak hanya tampil sebagai produk ekonomi kreatif, tetapi juga sebagai duta budaya yang membawa nama Bengkulu ke panggung dunia.

"Kami merasa sangat senang karena bisa memperkenalkan produk khas Bengkulu ke mancanegara. Ke depan, kami berharap dapat mengikuti lebih banyak event internasional, khususnya di Eropa, agar Batik Besurek semakin dikenal dunia," kata pemilik Oase Gallery Fitria Gustina di Bengkulu, Selasa (16/6).

Fitria mengatakan perjalanan usaha tersebut bermula dari pengiriman perdana kain dan pakaian bermotif Batik Besurek ke Malaysia pada 2017. Saat itu ia tidak pernah membayangkan produknya dapat diterima pasar internasional dan berkembang hingga melakukan pengiriman secara rutin ke luar negeri.

Menurut dia, saat ini galeri baiknya mampu melakukan tiga hingga empat kali pengiriman produk ke luar negeri setiap tahun dengan tujuan utama Malaysia dan Singapura.

Produk yang dipasarkan Oase Gallery mengangkat kekayaan budaya Bengkulu melalui motif khas Batik Besurek, seperti kaligrafi Arab gundul, bunga Rafflesia, serta ragam flora dan fauna lokal yang dipadukan dalam karya buatan tangan.

Keunikan tersebut membuat Batik Besurek mendapat sambutan positif dari konsumen mancanegara karena menghadirkan nilai budaya, religi, dan identitas daerah dalam setiap produknya.

Seiring berkembangnya usaha, Oase Gallery kini mampu mencatat omzet sekitar Rp50 juta per bulan dan memberdayakan enam tenaga kerja. Saat permintaan meningkat, usaha tersebut juga menggandeng perajin lokal untuk membantu proses produksi.

Perkembangan usaha Oase Gallery tidak terlepas dari pendampingan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan sejak 2019 melalui penguatan sarana produksi, pelatihan manajemen usaha, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam berbagai pameran.

"Sejak 2019 kami mendampingi Oase Gallery dan melihat pertumbuhannya sangat positif. Mereka tidak hanya menjaga warisan budaya Batik Besurek tetap lestari, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini bukti UMKM lokal mampu naik kelas dan memiliki daya saing di pasar global," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi.

Kisah Oase Gallery, kata dia, menunjukkan bahwa warisan budaya yang dirawat dan dikembangkan secara konsisten tidak hanya mampu bertahan di tengah perubahan zaman, tetapi juga membuka peluang ekonomi sekaligus membawa nama Bengkulu semakin dikenal di tingkat internasional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Nekat Bakar Lahan! BPBD Sulteng Ingatkan Ada Ancaman Sanksi Pidana

Warga Rusia Korban TPPO Myanmar Akhirnya Ditangani Thailand, Ini Kondisinya

Bukan Balapan Biasa! 150 Motor Pelajar Jambi Diamankan Polisi, Ada Senjata Tajam

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.