Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lampion-lampion Raksasa Terangi Natal di Filipina

📅 Jumat, 19 Des 2025, 10:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lampion-lampion Raksasa Terangi Natal di Filipina Doc: SCMP
Ket. Festival Lampion Raksasa sebuah atraksi rutin menyambut Natal di San Fernando, Filipina.

SAN FERNANDO - Di Filipina, ribuan orang bersorak gembira saat lampion-lampion buatan tangan setinggi enam meter (20 kaki) menerangi langit malam di San Fernando, barat laut ibu kota negara itu.

Tampilan cahaya yang memukau ini, disertai dengan gambar-gambar religius dan meriah serta diiringi musik rap Filipina dan lagu-lagu Natal, merupakan bagian dari Festival Lampion Raksasa tahunan.

Diadakan setiap pertengahan Desember, festival ini berfungsi sebagai platform untuk menyoroti industri lampion terkenal di wilayah tersebut, yang pertama kali dimulai lebih dari 100 tahun yang lalu.

Desainer lokal Karl Quiwa, 31, mengatakan kepada AFP, dibutuhkan tim terdiri dari 20 orang selama tiga bulan untuk membangun sebuah pajangan cahaya. Ia melihat upaya tersebut sebagai "kewajiban religius".

Nenek moyang Quiwa membangun karya pertama mereka untuk festival perdana tahun 1908 -- yang telah berlanjut hingga hari ini dan hanya terhenti oleh perang dan pandemi.

Lampion-lampion raksasa, yang diikutsertakan dalam kompetisi di festival tersebut, menggunakan 12.000 bola lampu 50 watt yang disinkronkan oleh kabel listrik sepanjang 15 kilometer (9,2 mil) dan melambangkan Bintang Betlehem.

Lampion-lampion besar ini dapat memiliki berat hingga satu ton, dengan biaya yang melambung hingga satu juta peso ($17.000).

Versi yang lebih kecil juga diproduksi oleh para pengrajin kota dan menghiasi tiang lampu, gedung perkantoran, dan rumah-rumah di seluruh negara kepulauan berpenduduk 116 juta jiwa yang merupakan rumah bagi populasi Katolik terbesar di Asia.

Quiwa, keturunan generasi keenam dari pembuat lampion perintis San Fernando, mengatakan bahwa selain agama, ia bangga meneruskan tradisi keluarga untuk "menghibur orang-orang selama Natal".

Keceriaan, Cahaya, dan Harapan

Desainer lainnya, Edmar David, mengatakan kepada AFP, perusahaannya menjual ribuan lampion setiap tahun -- termasuk kepada komunitas pekerja migran yang besar di negara tersebut.

"Lentera membawa keceriaan, cahaya, dan harapan. Tanpa mereka, hidup terasa sedih," kata David, 41, yang karyanya pada tahun 2024 memenangkan penghargaan terbaik, tentang kerajinan tersebut.

Tradisi pembuatan lentera berkembang dari prosesi malam yang diadakan oleh para biarawan Spanyol selama lebih dari 300 tahun pemerintahan kolonial Madrid, kata pemerintah kota.

Saat pertunjukan cahaya berlangsung, fasad lentera yang sangat terang menyembunyikan aktivitas yang ramai di baliknya, saat tim-tim orang memutar tong logam besar yang disebut rotor dengan tangan untuk menghasilkan efek kaleidoskopik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.