Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Barantin Ubah Strategi, Skema Pre-Border Diklaim Pangkas Biaya Logistik 2026

📅 Jumat, 19 Des 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Barantin Ubah Strategi, Skema Pre-Border Diklaim Pangkas Biaya Logistik 2026 Doc: ANTARA/ HO-Barantin
Ket. Kepala Barantin Sahat M Paggabean (empat kanan) saat meninjau kecurangan ekspor sarang burung walet di kargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

JAKARTA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) merencanakan penguatan skema pre-border pada 2026 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi layanan karantina.

Pendekatan ini diarahkan untuk memangkas waktu dan biaya logistik dengan memindahkan sebagian proses pemeriksaan ke tahap sebelum barang masuk atau keluar wilayah pabean.

Secara kebijakan, penguatan pre-border diharapkan mampu memperlancar arus ekspor dan impor nasional, meningkatkan kepastian usaha, serta memperkuat daya saing perdagangan Indonesia di tengah intensitas perdagangan global yang kian tinggi.

Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean mengatakan pendekatan pre-border dilakukan dengan memastikan pemenuhan persyaratan teknis kesehatan dan keamanan hayati sejak di negara asal, sehingga proses pemeriksaan di pelabuhan dan bandara dalam negeri dapat dipercepat.

“Pemenuhan persyaratan teknis dilakukan di negara asal agar proses di perbatasan lebih cepat dan efisien,” kata Sahat dalam Refleksi Akhir Tahun Barantin 2025 di Jakarta, Jumat (19/12).

Ia menjelaskan skema pre-border diarahkan untuk menurunkan dwelling time serta biaya logistik yang selama ini muncul akibat pemeriksaan berlapis dan ketidaksesuaian dokumen saat komoditas tiba di Indonesia.

Berdasarkan paparan Barantin, penerapan pre-border didukung penguatan kerja sama antarpemerintah dengan negara mitra, termasuk pengakuan sistem karantina dan ketertelusuran (traceability) komoditas sejak titik produksi.

Barantin mencatat sepanjang Januari hingga 17 Desember 2025 telah dilakukan 2.246 penahanan, 2.527 penolakan, dan 1.136 pemusnahan komoditas karena tidak memenuhi persyaratan karantina, yang berdampak pada hilangnya potensi nilai ekonomi dan efisiensi rantai pasok.

Selain itu, Barantin menerbitkan 809 dokumen Notification of Non-Compliance (NNC) impor sebagai bentuk protes resmi kepada negara mitra atas ketidaksesuaian komoditas, yang mencerminkan tingginya biaya ekonomi akibat ketidakpatuhan di negara asal.

Sahat menilai pendekatan pre-border akan mengurangi kejadian penahanan dan pemusnahan tersebut, sehingga komoditas yang dibutuhkan industri dan masyarakat dapat langsung dimanfaatkan tanpa hambatan administratif.

Pada 2025, layanan karantina Barantin telah didukung oleh 364 tempat pemasukan dan pengeluaran yang ditetapkan, dengan janji layanan komoditas berisiko rendah sekitar 5-7 jam apabila dokumen lengkap dan dikirim secara elektronik sebelum kedatangan barang.

Dari sisi infrastruktur pendukung, Barantin mencatat layanan sertifikasi karantina telah terintegrasi secara digital, termasuk melalui sistem e-Phyto dan e-Cert yang terkoneksi dengan 34 negara mitra dagang, sebagai fondasi penguatan kerja sama teknis karantina.

Menurut Sahat, konektivitas sistem tersebut juga menjadi salah satu prasyarat penting dalam pengembangan pre-border, karena memungkinkan pengakuan persyaratan dan ketertelusuran komoditas sejak dari negara asal.

Barantin mencatat efisiensi layanan karantina berkontribusi pada kelancaran arus perdagangan, seiring dengan stabilnya nilai ekspor nasional yang disertifikasi karantina di tengah dinamika global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.