Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Laporan Otomotif Jerman: Masa Depan Industri Mobil Bergantung pada Tiongkok

📅 Kamis, 18 Des 2025, 05:16 WIB | Oleh:
Laporan Otomotif Jerman: Masa Depan Industri Mobil Bergantung pada Tiongkok Doc: Xinhua
Ket. Industri mobil Tiongkok.

FRANKFURT, JERMAN - Pasar mobil penumpang global diprediksi akan mencapai rekor tertinggi pada 2025 dan masa depannya akan semakin bergantung pada kerja sama dengan Tiongkok, demikian menurut sebuah laporan penelitian otomotif Jerman yang dirilis pada Senin (15/12).

Xinhua melaporkan, Rabu (17/12), menurut perkiraan Pusat Penelitian Otomotif (Center for Automotive Research/CAR), penjualan mobil penumpang global diproyeksikan akan mencapai 81,3 juta unit pada 2025, level tertinggi dalam delapan tahun terakhir.

Tiongkok terus memainkan peran penting, baik dalam produksi maupun permintaan.

Direktur CAR Ferdinand Dudenhoeffer menjelaskan bahwa pasar Tiongkok yang besar dan rantai pasokan terintegrasinya menghasilkan perekonomian yang berskala besar dan bertumbuh, sementara kemajuan dalam baterai daya, kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV), dan kendaraan otonomos membentuk kembali industri otomotif global.

"Mereka (perusahaan) yang tidak hadir di Tiongkok, tidak hadir dalam bisnis otomotif," kata Dudenhoeffer dalam laporan tersebut.

Di antara 15 pasar otomotif terbesar di dunia, penjualan mobil penumpang di Tiongkok, Amerika Serikat (AS), India, dan Turkiye diperkirakan akan meningkat lebih dari empat persen pada 2025.

Di sisi lain, pasar otomotif utama Eropa diperkirakan akan membukukan kinerja yang lebih lemah, dengan penjualan di Jerman hanya naik 0,7 persen, sementara Prancis dan Italia diperkirakan akan mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,8 persen dan 2,6 persen.

CjkinzN000016_20251217_CBMFN0A002.jpg Industri mobil Tiongkok. (Xinhua)

Untuk 2026, CAR memperkirakan penjualan global akan naik sebesar 2,6 persen ke angka 83,4 juta unit di seluruh dunia. Asia diproyeksikan akan melampaui angka pertumbuhan ini dengan kenaikan sebesar 3,8 persen, yang terutama didorong oleh peningkatan pangsa produksi dan penjualan Tiongkok.

"Asia menjadi benua yang dominan dalam industri otomotif, dengan Tiongkok memegang keunggulan yang tak tergoyahkan," tutur Dudenhoeffer.

Pada 2025, lebih dari 60 persen produksi mobil penumpang global terjadi di Asia, dibandingkan dengan sekitar 15 persen di Eropa, menurut laporan tersebut. Jerman dan produsen mobil Eropa lainnya diperkirakan akan mengalami kemerosotan lebih lanjut pada 2026, karena mereka terseret oleh persaingan global yang semakin ketat dan dampak kebijakan tarif AS. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.