Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LPS: Literasi Keuangan Sejak Dini Kunci Stabilitas Masa Depan

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 05:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
LPS: Literasi Keuangan Sejak Dini Kunci Stabilitas Masa Depan Doc: Antara
Ket. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa saat membuka LPS Financial Festival di Medan, Rabu (20/8).

Medan - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya memahami literasi keuangan sejak muda agar upaya untuk sukses secara finansial bisa diwujudkan dengan baik.

"Pengetahuan akan literasi keuangan juga menjadi salah satu kunci untuk cepat kaya. Belajar sejak dini bagaimana mengelola keuangan dengan baik dan benar," katanya pada acara LPS Financial Festival di Medan, Rabu (20/8).

Ia mengatakan, ekonomi nasional akan tumbuh lebih cepat jika diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi daerah seperti menggeliatnya UMKM dan berbagai produk hasil pertanian.

"Fokus pada diri sendiri dengan memperkuat daya beli masyarakat. Pertumbuhan nasional bisa tercapai kalau diimbangi dengan pertumbuhan daerah seperti UMKM dan lainnya. Sumatera Utara saja memiliki banyak potensi. Potensi itu tidak maksimal kalau masyarakatnya tidak memahami literasi keuangan," katanya.

"Risiko global selalu ada, kita tidak perlu khawatir tapi harus tetap waspada. Ekonomi nasional kuat dan berdaulat bertumpu pada kuatnya domestic demand dan bonus demografi," tambahnya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini ekonomi Indonesia berasal dari besarnya domestic demand yaitu mencapai 62,53 persen kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada kuartal II 2025, yakni terdiri atas konsumsi rumah tangga, lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT), dan pemerintah.

Sementara untuk pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pada kuartal II 2025 juga relatif pesat, yaitu 6,99 persen secara tahunan sehingga cukup mengimbangi kontraksi pengeluaran pemerintah.

"Total kontribusi domestic demand yang besar akan dapat meredam gejolak eksternal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.