Thailand Desak Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Terlebih Dahulu
📅 Rabu, 17 Des 2025, 02:55 WIB | Oleh: Tim PenulisPada Oktober lalu, Presiden Trump mendukung deklarasi bersama lanjutan antara Thailand dan Kamboja, menggembar-gemborkan kesepakatan perdagangan baru setelah mereka sepakat di Kuala Lumpur untuk memperpanjang gencatan senjata mereka.
Namun Thailand menangguhkan perjanjian tersebut pada bulan berikutnya, setelah tentara Thailand terluka akibat ranjau darat saat berpatroli di perbatasan. Bangkok menuduh Kamboja memasang ranjau baru. Phnom Penh membantah tuduhan tersebut.
Para menteri luar negeri Asean dijadwalkan bertemu pada 22 Desember di Malaysia untuk melakukan pembicaraan darurat yang bertujuan mencari solusi diplomatik.
Thailand menyatakan pada hari Selasa bahwa antara 5.000 hingga 6.000 warga negara Thailand masih terjebak di kota perbatasan Kamboja, Poipet, setelah Phnom Penh menutup penyeberangan perbatasan daratnya dengan negara tetangganya pada Sabtu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penutupan perbatasan merupakan langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko terhadap warga sipil di tengah pertempuran yang sedang berlangsung, dan menambahkan bahwa perjalanan udara tetap menjadi pilihan untuk keberangkatan. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!