Pemprov Sulteng Dorong Daerah Hadirkan Inovasi Turunkan Stunting
📅 Rabu, 17 Des 2025, 19:45 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng
PALU -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong kabupaten/kota untuk menghadirkan inovasi daerah sebagai upaya percepatan penurunan stunting.
"Salah satu contoh yang sudah berjalan adalah program Tabungan Telur di Kota Palu, serta peran aktif Puskesmas dalam memverifikasi anak-anak berisiko stunting berdasarkan data BKKBN,” kata Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido dalam keterangannya di Palu, Rabu.
Ia menyampaikan hal tersebut pada rapat evaluasi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Stunting (TP3S).
Wagub mendorong seluruh kabupaten/kota untuk menghadirkan inovasi sederhana, namun berdampak, serta menekankan untuk fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan anak sejak masa konsepsi hingga anak berusia dua tahun.
Ia menekankan pentingnya peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader Posyandu, Dasawisma, dan Puskesmas sebagai ujung tombak penurunan stunting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, keterlibatan kader yang langsung mendampingi keluarga berisiko stunting menjadi kunci keberhasilan di lapangan stunting.
“Tidak ada gunanya program jika tidak melibatkan PKK dan kader. Mereka adalah ujung tombak, bekerja dengan penuh pengabdian,” ujarnya.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting Sulteng sebesar 26,1 persen, menurun sebesar satu persen dari 27,2 persen pada tahun 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan meski menunjukkan tren positif, angka tersebut masih tergolong tinggi dan memerlukan intervensi yang lebih masif dan terintegrasi.
Capaian tersebut, kata dia, tetap perlu dievaluasi secara mendalam, khususnya terhadap pelaksanaan program dan keakuratan data tahun 2025.
Menurut dia, terdapat beberapa daerah yang menunjukkan penurunan angka stunting secara sangat drastis, sehingga perlu diperhatikan proses pendampingan dan validasi datanya.
Oleh karena itu, ia mendorong agar rencana aksi ke depan harus lebih sederhana dan fokus dengan menyasar langsung sasaran berdasarkan data yang valid.
“Penurunan angka harus dibarengi proses yang benar dan data yang valid. Kita tidak hanya mengejar angka, tetapi juga kualitas intervensinya,” katanya.
Wagub juga menjelaskan bahwa alokasi anggaran penurunan stunting bersumber dari berbagai sektor, mulai dari kesehatan, P2KB, hingga perangkat daerah lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!