Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Lampung Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi

📅 Rabu, 17 Des 2025, 18:27 WIB | Oleh:
Pemprov Lampung Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi Doc: ANTARA/HO-Pemprov Lampung
Ket. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau Tim Operasi Modifikasi Cuaca di Bandara Radin Inten II Lampung.

BANDARLAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah preventif dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah itu.

"Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah preventif guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangan di Bandarlampung, Rabu (17/12).

Ia mengatakan salah satu langkah preventif tersebut yaitu dilakukan dengan melaksanakan kegiatan operasi modifikasi cuaca.

"Hari ini dilakukan peninjauan kegiatan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipatif Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Lampung," katanya.

Dia menjelaskan operasi modifikasi cuaca tersebut dilaksanakan dengan tujuan mengendalikan pertumbuhan awan hujan agar dapat turun lebih awal di wilayah perairan, sehingga dampak hujan lebat di daratan dapat diminimalkan.

"Pemerintah Provinsi Lampung pun terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait dalam rangka memastikan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca berjalan optimal," ucap dia.

Berdasarkan prakiraan cuaca pada periode 17-24 Desember 2025, sebagian besar wilayah Lampung diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan berpotensi hujan lebat di beberapa wilayah, terutama pada siang hingga sore hari.

Beberapa wilayah berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga mendekati 100 milimeter, dengan kecepatan angin berkisar 15 hingga 20 knot.

"Saat ini pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dilakukan menggunakan pesawat jenis Fletcher yang memiliki jangkauan operasi terbatas, sehingga diperlukan strategi tambahan untuk mengoptimalkan efektivitas pelaksanaan. kegiatan," ucap dia.

Berdasarkan data tim operasi modifikasi cuaca terkait dengan perkembangan kondisi atmosfer serta potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat Sumatra yang diperkirakan dapat bergerak menuju Provinsi Lampung.

Berdasarkan hasil pemantauan, pola angin saat ini bergerak dari barat hingga barat laut, sehingga berpotensi mendorong awan hujan ke wilayah daratan Lampung.

Oleh karena itu, tim operasi modifikasi cuaca mengusulkan pembentukan posko bayangan di wilayah pesisir barat Sumatra guna memperluas jangkauan operasi pesawat dan meningkatkan efektivitas pengendalian awan hujan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.