Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekspor Perdana Furnitur ke Bora Bora, UMKM DIY Buktikan Daya Saing Global

📅 Rabu, 17 Des 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekspor Perdana Furnitur ke Bora Bora, UMKM DIY Buktikan Daya Saing Global Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Proses pembuatan mebel atau furnitur di Yogyakarta.

JAKARTA – Ekspor produk UMKM memiliki peran strategis dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik. Dengan menembus pasar global, UMKM berpeluang meningkatkan skala usaha, memperkuat daya saing, serta memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi melalui diversifikasi pasar dan harga yang lebih stabil.

Ekspor juga mendorong UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, standar produksi, dan profesionalisme usaha. Namun, keberhasilan ekspor UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi, melainkan juga oleh kesiapan ekosistem pendukung, seperti akses pembiayaan, logistik, sertifikasi, dan informasi pasar.

Tanpa dukungan kebijakan yang konsisten dan pendampingan berkelanjutan, potensi ekspor UMKM sulit berkembang optimal. Karena itu, penguatan ekspor UMKM perlu diposisikan sebagai strategi struktural untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil menembus ekspor perdana produk furnitur ke Bora Bora, wilayah Polinesia Prancis.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan UMKM tersebut menjadi salah satu pelaku usaha yang baru pertama kali melakukan ekspor dalam kegiatan pelepasan ekspor serentak di delapan daerah.

“Terdapat satu pelaku usaha yang baru 'pecah telur', baru pertama kali ini melakukan ekspor,” kata Fajarini dalam acara Pelepasan Ekspor Serentak di 8 Kota Cikarang, Jawa Barat, Rabu (17/12).

Pelaku usaha tersebut adalah CV Sorodjati Dharma Biru yang menyiapkan dua kontainer ekspor furnitur pada pengiriman perdana dengan nilai sekitar 80.504 dolar AS atau setara Rp1,34 miliar.

Total rencana pengiriman dari perusahaan tersebut mencapai sembilan kontainer dengan nilai ekspor sekitar 334.575 dolar AS atau setara Rp5,57 miliar, dengan tujuan pasar nontradisional di wilayah Polinesia Prancis.

Sebaiknya Anda baca juga:

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan ekspor perdana UMKM tersebut merupakan hasil pendampingan dan fasilitasi pemerintah melalui program promosi dan business matching.

“Ini bagian dari program UMKM Bisa Ekspor,” kata Budi di acara yang sama.

Ia menilai perluasan akses pasar ke kawasan nontradisional menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kinerja ekspor nasional di tengah dinamika perdagangan global.

Menurut Budi, pemerintah terus mendorong UMKM memanfaatkan program fasilitasi ekspor agar mampu memenuhi standar pasar internasional dan menjangkau pembeli luar negeri.

Kemendag mencatat ekspor perdana UMKM DIY tersebut merupakan bagian dari pelepasan ekspor nasional yang dilakukan serentak dari delapan titik di delapan provinsi.

Dari Jawa Timur, sembilan perusahaan mengekspor produk makanan olahan, plywood, furnitur, kopi, alas kaki, dan hasil laut dengan nilai sekitar 5,02 juta dolar AS atau setara Rp83,6 miliar ke Amerika Serikat (AS), Malaysia, Jepang, Mesir, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.