Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkot Palu Gelar 24 Kali Pasar Murah
📅 Senin, 15 Des 2025, 20:45 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Moh Ridwan
PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah menggelar 24 kali pasar murah menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Program ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.
"Langkah ini juga bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pangan menjelang hari besar keagamaan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu Zulkifli di Palu, Senin.
Ia menjelaskan momen hari besar keagamaan biasanya memberikan pengaruh terhadap stabilitas harga bahan pokok, maka pemerintah perlu melakukan langkah-langkah antisipasi, supaya harga tetap terjangkau.
Melalui pasar murah itu, Pemkot Palu menerapkan subsidi harga kepada masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Rata-rata subsidi Rp2 ribu setiap komoditas yang dijual di pasar murah," ujarnya.
Adapun komoditas bahan pokok yang disediakan lewat pasar murah yakni minyak goreng sebanyak 33.400 liter, gula pasir 30,3 ton, beras 50,1 ton, tepung terigu 12,5 ton dan telur ayam 9.907 rak.
Pada pelaksanaan kegiatan itu, Pemkot Palu melibatkan 17 distributor dengan sasaran kegiatan di delapan kecamatan Kota Palu. Kegiatan dimulai 4 hingga 31 Desember 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami berupaya mendekati pasar kepada masyarakat. Momen Natal tentu kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok, khususnya umat Kristen meningkat dari hari-hari biasanya, maka pemerintah daerah hadir memberikan pelayanan perdagangan," ucap Zulkifli.
Selain pasar murah, Pemkot Palu juga melakukan langkah alternatif lainnya melalui pasar bergerak atau gade nolumako, yang mana program itu sebagai bagian dari inovasi Disperindag.
"Pasar bergerak menyediakan komoditas bahan pokok penting. Petugas kami langsung menemui warga. Semenjak program ini diluncurkan ibu-ibu rumah tangga sangat berminat," kata dia.
Dari hasil pemantauan harga oleh Disperindag, komoditas bawang merah mengalami lonjakan harga sejak beberapa hari terakhir dari Rp35 ribu kini naik menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Selain bawang merah, pihaknya juga mengantisipasi kenaikan harga sejumlah bahan pokok seperti cabai rawit, telur ayam, dan daging ayam broiler.
"Tiga komoditas itu biasanya mengalami lonjakan tajam di momen hari besar keagamaan. Kami juga berkolaborasi dengan tim pengendali inflasi daerah (TPID), termasuk pihak Bulog melakukan pengawasan dan pengendalian harga bahan pokok," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!