Mantan Presiden Irak Diangkat Jadi Kepala UNHCR, Langkah Baru yang Bikin Dunia Menoleh
📅 Jumat, 12 Des 2025, 17:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Seorang mantan presiden Irak resmi dipilih untuk memimpin badan pengungsi PBB atau UNHCR berdasarkan dokumen internal yang beredar pada Jumat. Penunjukan tersebut menandai langkah politik besar yang langsung menarik perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya tekanan global terhadap penanganan pengungsian.
Dalam dokumen itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengajukan nama sang mantan presiden sebagai kandidat tunggal. Ia menyebut pengalaman diplomatik dan rekam jejak dalam stabilisasi politik sebagai alasan kuat di balik pencalonan tersebut.
Dewan Eksekutif UNHCR secara resmi telah menyetujui keputusan itu setelah melalui proses konsultasi yang berlangsung beberapa pekan. Mereka menilai latar belakang kepemimpinan kandidat dapat memperkuat respons internasional dalam menghadapi krisis kemanusiaan.
Penunjukan ini terjadi pada saat populasi pengungsi global mencapai rekor tertinggi, di mana konflik dan perubahan iklim terus memicu perpindahan massal. Kondisi tersebut menuntut kepemimpinan baru dengan pendekatan yang lebih strategis dan cepat.
Dalam beberapa tahun terakhir, UNHCR menghadapi tantangan pendanaan serius yang membuat banyak program tertunda. Pergantian pimpinan ini diharapkan mampu memperbaiki hubungan dengan negara donor dan memperkuat kerja sama internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"UNHCR membutuhkan figur dengan pengalaman politik tingkat tinggi untuk mendorong solusi yang lebih efektif," bunyi keterangan dalam dokumen resmi tersebut.
Para diplomat menyebut keputusan PBB ini cukup mengejutkan mengingat biasanya jabatan tersebut diisi oleh figur dari latar belakang kemanusiaan atau diplomasi internasional yang lebih teknis. Mereka menyatakan langkah ini mencerminkan perubahan strategi dalam tubuh PBB.
Analis Timur Tengah menilai penunjukan mantan presiden Irak membawa dinamika baru dalam geopolitik kawasan. Mereka menyebut pengalaman sang tokoh dalam transisi pascakonflik bisa menjadi nilai tambah dalam mengelola persoalan pengungsian global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, beberapa organisasi advokasi pengungsi menyampaikan kekhawatiran soal independensi keputusan tersebut. Mereka berharap kepemimpinan baru tidak akan terjebak dalam kepentingan politik negara besar yang mendanai badan tersebut.
Meski begitu, proses penyerahan jabatan diperkirakan berlangsung mulus mengingat mekanisme transisi di tubuh UNHCR sudah terstruktur. Pergantian ini diharapkan mampu memberikan arah baru dalam penanganan krisis pengungsian dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!