Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mantan Presiden Irak Diangkat Jadi Kepala UNHCR, Langkah Baru yang Bikin Dunia Menoleh

📅 Jumat, 12 Des 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Mantan Presiden Irak Diangkat Jadi Kepala UNHCR, Langkah Baru yang Bikin Dunia Menoleh Doc: Reuters
Ket. Presiden Irak Barham Salih berbicara kepada anggota media saat memberikan suara di tempat pemungutan suara di Baghdad, ketika warga Irak pergi ke tempat pemungutan suara untuk memberikan suara dalam pemilihan parlemen, di Irak, 10 Oktober 2021.

JAKARTA - Seorang mantan presiden Irak resmi dipilih untuk memimpin badan pengungsi PBB atau UNHCR berdasarkan dokumen internal yang beredar pada Jumat. Penunjukan tersebut menandai langkah politik besar yang langsung menarik perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya tekanan global terhadap penanganan pengungsian.

Dalam dokumen itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengajukan nama sang mantan presiden sebagai kandidat tunggal. Ia menyebut pengalaman diplomatik dan rekam jejak dalam stabilisasi politik sebagai alasan kuat di balik pencalonan tersebut.

Dewan Eksekutif UNHCR secara resmi telah menyetujui keputusan itu setelah melalui proses konsultasi yang berlangsung beberapa pekan. Mereka menilai latar belakang kepemimpinan kandidat dapat memperkuat respons internasional dalam menghadapi krisis kemanusiaan.

Penunjukan ini terjadi pada saat populasi pengungsi global mencapai rekor tertinggi, di mana konflik dan perubahan iklim terus memicu perpindahan massal. Kondisi tersebut menuntut kepemimpinan baru dengan pendekatan yang lebih strategis dan cepat.

Dalam beberapa tahun terakhir, UNHCR menghadapi tantangan pendanaan serius yang membuat banyak program tertunda. Pergantian pimpinan ini diharapkan mampu memperbaiki hubungan dengan negara donor dan memperkuat kerja sama internasional.

"UNHCR membutuhkan figur dengan pengalaman politik tingkat tinggi untuk mendorong solusi yang lebih efektif," bunyi keterangan dalam dokumen resmi tersebut.

Para diplomat menyebut keputusan PBB ini cukup mengejutkan mengingat biasanya jabatan tersebut diisi oleh figur dari latar belakang kemanusiaan atau diplomasi internasional yang lebih teknis. Mereka menyatakan langkah ini mencerminkan perubahan strategi dalam tubuh PBB.

Analis Timur Tengah menilai penunjukan mantan presiden Irak membawa dinamika baru dalam geopolitik kawasan. Mereka menyebut pengalaman sang tokoh dalam transisi pascakonflik bisa menjadi nilai tambah dalam mengelola persoalan pengungsian global.

Namun, beberapa organisasi advokasi pengungsi menyampaikan kekhawatiran soal independensi keputusan tersebut. Mereka berharap kepemimpinan baru tidak akan terjebak dalam kepentingan politik negara besar yang mendanai badan tersebut.

Meski begitu, proses penyerahan jabatan diperkirakan berlangsung mulus mengingat mekanisme transisi di tubuh UNHCR sudah terstruktur. Pergantian ini diharapkan mampu memberikan arah baru dalam penanganan krisis pengungsian dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

52 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.