Mayoritas Pemilik Mobil Listrik di Indonesia Kelompok Menengah Atas
Kamis, 11 Des 2025, 17:40 WIBJAKARTA - Pemilik mobil listrik di Indonesia mayoritas berasal dari kelompok masyarakat kelas menengah atas yang sudah memiliki mobil dengan mesin pembakaran internal menurut hasil riset firma hubungan masyarakat dan komunikasi ID COMM.
"Pemilik mobil listrik dalam riset ini sudah memiliki mobil konvensional terlebih dulu. Artinya, mobil listrik bukan mobil pertama yang dibeli. Hal ini juga menunjukkan segmen pengguna mobil listrik didominasi kelompok menengah atas," kata salah satu pendiri dan Direktur ID COMM Asti Putri pada acara peluncuran riset bertajuk "Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap" di Jakarta, Kamis (11/12).
Hasil riset yang dilakukan oleh ID COMM melalui wawancara dengan konsumen, pelaku industri, perwakilan media massa, serta analisis kebijakan kendaraan listrik dalam tahun 2025 menunjukkan terjadinya pergeseran perilaku konsumen mobil.
"Transisi ini lebih menunjukkan pergeseran perilaku daripada perluasan pasar baru. Informasi ini penting untuk diketahui berbagai pihak terkait sektor otomotif," kata Asti.âââââââ
Menurut studi, motivasi ekonomi merupakan faktor utama yang mendorong konsumen beralih ke mobil listrik, karena biaya operasional mobil listrik dinilai lebih rendah dan pemerintah menawarkan insentif pajak kepada pembeli mobil listrik.
Selain faktor ekonomi, sebagian responden mengaku bangga menjadi pengguna awal kendaraan elektrik yang bercitra modern dan inovatif.
Hasil riset menunjukkan bahwa aspek lingkungan bukan alasan utama konsumen dalam memutuskan untuk membeli mobil listrik.
Menurut studi, harga mobil listrik yang dibeli responden penelitian berkisar 189 juta rupiah hingga 1,58 miliar rupiah dan pasar kendaraan tersebut masih terkonsentrasi pada kelompok masyarakat kelas menengah atas berusia 25 sampai 50 tahun dengan mobilitas tinggi.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, jumlah kendaraan elektrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) di Indonesia telah meningkat dari 15.318 unit pada 2023 menjadi 43.188 unit pada 2024.
Pada bulan kedelapan tahun 2025 menurut data gabungan industri jumlah BEVÂ di Indonesia mencapai 51.191 unit.
Namun, peningkatan jumlah mobil listrik tersebut dinilai belum menunjukkan terjadinya perluasan segmen pasar mobil listrik.
"Untuk memperluas pasar menuju fase early majority, diperlukan konsistensi kebijakan, arah bisnis industri yang jelas, serta edukasi publik tentang nilai praktis dan reliabilitas layanan, termasuk SPKLU, purnajual, dan ketersediaan suku cadang," kata Asti. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Penggantian Baterai Mobil Listrik, Simak Mekanisme dan Perkiraan Biayanya!
-
Perkembangan Kriteria MABIMS dalam Penentuan awal Bulan Hijriah
-
Polres Metro Tangerang Kota Tingkatkan Patroli Rumah Kosong Selama Masa Mudik Lebaran 2026
-
Mobil Listrik Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB
-
Libur Lebaran, Warga Serbu Blok M Naik MRT Jakarta dengan Tarif Rp1
-
Ferrari Perkenalkan Mobil Listrik Pertama, Luce, Segini Harganya!
-
Mobil Listrik Ditinggal Lama? Pakar ITB Sarankan Lepas Terminal Aki dan Jaga Baterai 40–60 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.