Warga DKI Diajak Aktif Lapor Temuan Kabel Semrawut ke Call Center Bina Marga

Rabu, 10 Des 2025, 17:45 WIB

JAKARTA - Dinas Bina Marga DKI Jakarta meminta kepada seluruh masyarakat agar aktif melapor jika mengetahui atau menemukan jaringan kabel udara yang semrawut.

Kepala Pusat Data dan Informasi Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan laporan tersebut dapat disampaikan melalui beberapa kanal, antara lain call center atau posko Dinas Bina Marga yang tersebar di wilayah setempat.

Ket. Foto: Kabel utilitas yang semrawut di Jalan Raya Kapuk, Jakarta Utara, Jumat (3/10). — Sumber: ANTARA/Risky Syukur

"Bisa lapor ke kontak 384-4444, itu call center Bina Marga DKI. Terus kita juga ada posko Bina Marga di seluruh wilayah," kata Siti saat dihubungi di Jakarta, Rabu (10/12).

Selain melalui kanal tersebut, warga juga dapat melaporkan permasalahan kabel udara di Jakarta melalui sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM). Caranya, yaitu salah satunya dengan menggunakan aplikasi JAKI.

Langkah pertama, yakni mengunduh dan membuka aplikasi JAKI. Kemudian, ketuk ikon kamera pada bagian bawah layar beranda.

Setelah itu, pilih jenis laporan secara privat atau publik. Selanjutnya, ambil gambar kabel udara yang ingin dilaporkan, lalu pilih kategori dan isi keterangan beserta lokasi secara rinci. Kemudian, tekan tombol kirim.

Siti mengungkapkan pihaknya secara rutin memeriksa laporan CRM untuk ditindaklanjuti dengan menerjunkan petugas ke lokasi kejadian.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta bersama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menggencarkan program relokasi kabel udara ke bawah tanah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan program tersebut bertujuan menanggulangi permasalahan kabel semrawut yang kerap menjuntai hingga ke badan jalan.

"Itu kan berbahaya bagi pengendara, pengguna jalan. Selain itu, kan untuk kerapian juga, estetika," ujar Siti, Rabu.

Dinas Bina Marga DKI turut melibatkan Apjatel mengingat kehadiran operator pemilik kabel dibutuhkan dalam pelaksanaan program tersebut.

"Memang program itu kan melibatkan operator yang punya jaringan utilitas di situ. Jadi, kabel udara itu ada, diturunkan ke bawah tanah, untuk menata supaya enggak ada kabel semrawut," ucap Siti.

Dia pun memastikan program yang telah berjalan sejak beberapa waktu lalu itu tidak akan memutus atau mengganggu jaringan telekomunikasi.

"Apjatel ini yang relokasi ke bawah tanah, Bina Marga yang potong kabelnya. Jadi sebelum dipindah ke bawah, yang di atas tetap nyala jaringannya. Terus habis yang di bawah rampung, jaringannya hidup, baru yang atas (di udara) dipotong," terang Siti. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.