Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Target Presiden: Produk Pertanian RI Tak Lagi Jadi Penonton di Pasar Global!

📅 Rabu, 10 Des 2025, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Target Presiden: Produk Pertanian RI Tak Lagi Jadi Penonton di Pasar Global! Doc: Antara
Ket. Kelapa menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia.

JAKARTA – Hilirisasi pertanian menjadi kunci untuk keluar dari jebakan komoditas mentah yang selama ini menekan nilai tambah sektor pangan Indonesia.

Dengan memperkuat pengolahan pascapanen, rantai logistik, dan industri turunan, petani tidak lagi bergantung pada fluktuasi harga bahan baku yang kerap merugikan.

Di sisi lain, hilirisasi membuka pintu investasi, menciptakan lapangan kerja di desa, dan memperpanjang umur ekonomi komoditas lokal.

Ketika hasil pertanian diolah menjadi produk bernilai tinggi—mulai dari pangan olahan, bioenergi, hingga material industri—Indonesia dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing ekspor.

Tanpa hilirisasi, sektor pertanian akan terus stagnan dan gagal menjadi motor pembangunan ekonomi nasional.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan hilirisasi pertanian menjadi strategi utama Presiden Prabowo Subianto untuk membawa komoditas perkebunan dan peternakan Indonesia kembali memimpin perdagangan dunia.

"Presiden ingin mengembalikan semua produk komoditas perkebunan termasuk peternakan, itu menduduki posisi puncak dalam percaturan perdagangan dunia gitu," kata Wamentan, usai menghadiri Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (10/12).

Ia menyampaikan Indonesia menargetkan ekspor komoditas unggulan, seperti kelapa, kopi, kakao, dan sawit dalam bentuk olahan bernilai tambah, bukan lagi bahan mentah.

Wamentan menuturkan pemerintah saat ini menggarap hilirisasi 11 komoditas strategis, termasuk kelapa dalam, kakao, kopi, pala, lada, gambir, serta komoditas perkebunan unggulan lainnya.

Sudaryono menekankan keunggulan komparatif Indonesia sebagai negara tropis dengan tanah subur, matahari sepanjang tahun, dan sumber daya alam melimpah sangat mendukung pertanian modern.

Menurutnya, pertanian bukan sektor kuno, melainkan sektor masa depan yang kompetitif, menyerap tenaga kerja besar, serta memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

Presiden, kata Sudaryono, menginginkan seluruh komoditas unggulan Indonesia kembali menjadi nomor satu dunia melalui peningkatan produktivitas, kualitas, serta penguatan industri pengolahan dalam negeri.

Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah telah menyiapkan tahapan pembangunan pertanian dalam lima tahun ke depan agar capaian swasembada dan ekspor berjalan terukur serta berkelanjutan.

"Jadi dalam lima tahun ini kita sudah ada tahapan yang harus kita lewati, sehingga betul-betul pertanian berhasil. Pertanian tuh jangan dianggap kuno tapi ini pertanian ini adalah kompetitif dan komparatif advantage-nya Indonesia," ujar Wamentan pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.