Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Regulasi Plin-Plan: Biang Kerok Mandeknya Investasi Indonesia!

6 Rabu, 10 Des 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Regulasi Plin-Plan: Biang Kerok Mandeknya Investasi Indonesia! Regulasi Plin-Plan: Biang Kerok Mandeknya Investasi Indonesia! Doc: istimewa
Ket. Iklim Usaha - Inkonsistensi Regulasi Hambat Investasi

JAKARTA – Masalah klasik masih menjadi penghambat utama pertumbuhan investasi di Indonesia, mempertegas temuan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang menyoroti beragam kendala struktural dalam iklim usaha nasional. Di sisi lain, kualitas infrastruktur pendukung dan kepastian hukum yang belum merata juga terus menjadi perhatian.

Meski pemerintah telah melakukan reformasi melalui Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) dan berbagai insentif fiskal, efektivitas implementasi di lapangan masih menjadi tantangan. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya menarik investasi tidak cukup hanya mengandalkan insentif, tetapi membutuhkan perbaikan mendasar pada tata kelola, koordinasi pusat–daerah, serta stabilitas regulasi untuk menciptakan ekosistem investasi yang benar-benar kompetitif.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, menyoroti persoalan klasik dalam tata kelola pemerintahan Indonesia, yakni pergantian pimpinan kerap diikuti perubahan kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Ini sudah terjadi sejak dulu. Padahal Indonesia punya national plan yang dirancang oleh para pendiri bangsa. Seharusnya tetap stick on the plan," ucap Esther kepada Koran Jakarta, Selasa (9/12).

Dia mencontohkan Singapura yang memiliki national plan sebagai pedoman jangka panjang. Siapa pun pemimpin yang menjabat, arah kebijakan tetap konsisten karena semua terikat pada rencana nasional tersebut.

Kedua, Esther menekankan pentingnya kebijakan yang lahir dari riset, berbasis data dan teori, sehingga memiliki standar jelas. Singapura, ujarnya, mampu maju karena merumuskan kebijakan dengan fondasi penelitian yang kuat dan menjaga disiplin dalam menjalankan rencana yang telah ditetapkan.

Ketiga, dia menegaskan setiap kebijakan semestinya berangkat dari kepentingan publik dan kepentingan nasional, bukan kepentingan kelompok atau individu. Dia juga mengingatkan agar hukum tidak direkayasa demi investasi yang hanya menguntungkan oligarki, karena hal itu justru merusak integritas regulasi dan keadilan ekonomi.

“Masalah kepastian hukum di atas diperburuk oleh keruwetan birokrasi. Izin yang berbelit belit membuat investor enggan masuk ke Indonesia karena khawatir nanti banyak biaya yang tidak terduga,” ujarnya.

Butuh Ketegasan

Untuk itu, tegas Esther, pemerintah harus bertindak tegas agar investor merasa dilindungi oleh negara, namun faktanya tidak seperti itu. Masalah tersebut makin parah dengan biaya logistik yang sangat mahal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kegelisahannya karena iklim investasi nasional yang berantakan mengakibatkan ekonomi indonesia tertinggal dibanding dengan negara tetangga. “The Economist bilang saya menghabiskan uang untuk keadaan susah sebesar 200 triliun. Padahal uangnya tidak habis hanya saya pindahkan saja (ke bank BUMN). Jadi majalah The Economist yang canggih itu ternyata tidak sepintar saya,” ujarnya dalam Pembukaan Rapimnas Kadin 2025, belum lama ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
3.000 Tarantula Diselundupk...
Ekonomi
Energi Terbarukan Jadi Anda...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.