IHSG Hari Ini Melonjak saat Bursa Asia Merosot! Pasar Domestik Tunjukkan Keperkasaannya
📅 Rabu, 10 Des 2025, 18:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah melemahnya bursa Asia menunjukkan resiliensi pasar domestik yang ditopang sentimen internal lebih kuat dibanding tekanan eksternal.
Kenaikan indeks mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia, terutama stabilitas inflasi, prospek pendapatan emiten, dan arus masuk modal selektif ke sektor-sektor defensif.
Ketika bursa regional tertekan oleh kekhawatiran global, respons positif investor terhadap katalis domestik menandakan bahwa pasar Indonesia memiliki penopang yang cukup kuat untuk bergerak berlawanan arah.
Namun, keberlanjutan penguatan IHSG tetap memerlukan konsistensi kebijakan dan stabilitas makro guna menjaga minat investor di tengah volatilitas global yang masih tinggi.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/12) sore, ditutup menguat 43,74 atau 0,51 persen ke posisi 8.700,92 di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,90 poin atau 1,05 persen ke posisi 856,96.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Indeks saham di Asia sore ini ditutup melemah, menjelang pengumuman hasil pertemuan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, yang dapat berupa pemangkasan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini,” sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, rilis data ekonomi AS menunjukkan peningkatan jumlah lowongan pekerjaan, bertolak belakang dengan prediksi penurunan dan semakin meredam ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut pada tahun depan.
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan dua pemangkasan suku bunga acuan lagi dalam 12 bulan ke depan, dibandingkan dengan tiga yang diperkirakan sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, masih ada harapan bahwa The Fed akan bersikap lebih lunak (dovish) pada tahun depan, dengan penasihat ekonomi utama Presiden AS Donald Trump yaitu Kevin Hassett yang menjadi kandidat terkuat pengganti ketua The Fed Jerome Powell pada Mei 2026, mengatakan bahwa melihat banyak ruang untuk menurunkan suku bunga secara substansial.
Dari dalam negeri, penjualan eceran tumbuh 4,3 persen year on year (yoy) pada Oktober 2025, tertinggi sejak bulan Juli dan lebih cepat dari laju kenaikan 3,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya, yang menandakan kenaikan penjualan eceran selama enam bulan beruntun, ditopang oleh berbagai upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 4,54 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 1,56 persen dan 1,08 persen.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 1,40 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor kesehatan yang masing-masing turun 0,95 persen dan 0,76 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DOOH, BMHS, DGNS, BOGA, dan INET. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PURI, KOKA, NAYZ, MEJA, dan PGJO.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!