Terinspirasi Hakimi, Maroko Jadi Tuan Rumah dan Tim Paling Dijunggulkan di Piala Afrika 2025
📅 Selasa, 09 Des 2025, 07:55 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraSaat Senegal menjuarai Piala Afrika 2022 di Kamerun, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) hanya mencatat keuntungan kurang dari 10 juta dolar AS.
Namun untuk edisi 2025 di Maroko, organisasi yang berbasis di Kairo itu memprediksi surplus hingga 110 juta dolar AS, seiring lonjakan besar pendapatan dari hak siar televisi.
Dukungan Penonton
Masalah klasik Piala Afrika adalah rendahnya kehadiran penonton di laga-laga yang tidak melibatkan tim tuan rumah. Hal ini kerap menimbulkan kesan keliru bahwa minat terhadap turnamen tergolong rendah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada peningkatan signifikan pada edisi 2024 di Pantai Gading, dan otoritas Maroko berharap bisa menarik ribuan suporter ke stadion untuk setiap dari 36 laga fase grup dan 16 pertandingan fase gugur.
Aspek Keamanan
Insiden lemparan benda tajam ke lapangan dalam laga Liga Champions CAF antara FAR Rabat melawan Al Ahly menjadi peringatan serius bagi aparat keamanan Maroko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Permusuhan terhadap tim tamu, lemparan benda ke lapangan, praktik korupsi yang menyebabkan kapasitas stadion dilanggar, serta lemahnya pengendalian massa masih menjadi masalah laten dalam sepak bola Afrika.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!